Pekan Depan, Arab Saudi Mulai Lelang Harta Al-Sanea

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Miliar Arab Saudi, Maan Al-Sanea [Twitter]

    Miliar Arab Saudi, Maan Al-Sanea [Twitter]

    TEMPO.CO, Jakarta - Otoritas Arab Saudi sedang mempersiapkan lelang real estate dan mobil senilai jutaan dolar milik miliader Maan Al-Sanea.

    Middle East Monitor dalam pemberitaannya mengatakan, Al-Sanea ditahan pada 18 Oktober 2017 menyusul surat keputusan Putra Mahkota Mohammed bin Salman mengenai gerakan antikorupsi untuk mengejar ratusan pangeran dan pejabat yang diduga korupsi. Selanjutnya, mereka ditahan di Hotel Ritz-Carlton Riyadh.

    Baca: Arab Saudi Kejar Pengemplang Utang Rp 295 Triliun

    Konglomerat Maan Al-Sanea sedang menjamu Pangeran Andrew dari Inggris pada 2007. Reuters.

    Hampir seluruh tahanan telah dibebaskan setelah mereka sepakat menyerahkan sebagian hartanya kepada Kerajaan berupa aset atau real estate.

    Kasus Al-Sanea, tulis Middle East Monitor, berbeda dengan gerakan antikorupsi di Arab Saudi. Pengusaha yang menempati ranking 100 manusia terkaya di dunia versi majalah Forbes pada 2007 ini ditahan oleh otoritas karena ngemplang utang pada 2009.Ini adalah lapangan parkir dan gedung, yang menjadi aset milik konglomerat Maan Al-Sanea, yang bangkrut, dan akan dilelang pemerintah Arab Saudi. Reuters

    Kreditor menghabiskan waktu sembilan tahun untuk mengejar kelompok bisnis Saad Group yang berdiri di Kota Khobar, Provinsi Timur, Arab Saudi, atas utangnya yang diperkirakan berjumlah 40 miliar riyals atau sekitar Rp 146 triliun dan 60 miliar riyals (Rp 219 triliun).

    Baca: Arab Saudi Sita Aset Tersangka Korupsi Senilai Rp 1428,7 Triliun

    Untuk menyelesaikan utangnya, otoritas Arab Saudi menunjuk Etqaan Alliance melikwidasi aset milik Al-Sanea and Company dalam usaha membayar kembali kepada kreditor. Beberapa sumber yang mengetahui persoalan utang piutang ini, mengatakan, rencana lelang aset perusahaan di Arab Saudi akan dimulai pekan depan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.