Gagal di Perang Yaman, Raja Salman Pecat Pejabat Militer

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota keamanan Arab Saudi  saat parade militer jelang pengamanan ibadah Haji di Mekkah, Arab Saudi, 23 Agustus  2017. Saudi Press Agency/Handout via REUTERS

    Anggota keamanan Arab Saudi saat parade militer jelang pengamanan ibadah Haji di Mekkah, Arab Saudi, 23 Agustus 2017. Saudi Press Agency/Handout via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Kerajaan Arab Saudi memecat Kepala Staf Militer Arab Saudi, Jenderal Abdul Rahman bin Saleh al-Bunyan dalam sebuah dekrit perombakan kabinet, yang diterbitkan oleh Raja Salman pada Selasa, 27 Februari 2018. Posisi al-Bunyan tersebut sekarang digantikan oleh Fayyad bin Hamed al-Ruwayli.  

    Dalam dekritnya, Raja Salman juga memecat Kepala Angkatan Darat dan Kepala Angkatan Laut. Kerajaan Arab Saudi tidak memberikan penjelasan atas rentetan pemecatan tersebut.

    Baca: Arab Saudi Siap Terima Wanita Jadi Anggota Militer

    Raja Salman, saat vlog bersama Jokowi ketika makan siang. instagram.com

    Dikutip dari situs berita Al Jazeera pada Selasa, 27 Februari 2018, meski belum ada alasan resmi atas perombakan tersebut, namun kuat dugaan pemecatan ini karena derasnya kritik yang dihadapi Kerajaan Arab Saudi atas perang Yaman. Kerajaan Arab Saudi memimpin koalisi penyerangan militer pada Maret 2015 ke Yaman setelah kelompok pemberontak Houthi merebut kota Sanaa.

    “Dia (Putera Mahkota Mohammed bin Salman) adalah orang yang menjalankan pemerintahan. Tidak ada keraguan mengenai hal ini. Satu hal yang harus diingat, Putera Mahkota juga telah bertanggung jawab terhadap struktur pemerintahan Arab Saudi. Saya rasa, kita akan melihat lebih banyak perombakan, baik dalam tubuh militer maupun pemerintahan sipil karena dia sedang menempatkan orang-orangnya dan ingin gambaran yang pasti mengenai Kerajaan Arab Saudi,” kata James Dorsey, peneliti dari S Raja Ratnam School of International Studies di Singapura, Selasa, 27 Februari 2018.

    Baca: Arab Saudi Cegat Rudal Milisi Houthi Yaman di Najran 

    Dorsey mengatakan saat ini masih sulit memperkirakan dampak perang Yaman karena belum diketahui pasti bagaimana sentimen dalam lingkup publik Arab Saudi dan dalam tubuh militer Arab Saudi. 

    Dalam perombakan itu, Raja Salman juga melakukan sejumlah perubahan di pemerintahan. Pangeran Badr bin Sultan ditunjuk sebagai Gubernur al-Jouf menggantikan Pangeran Fahd bin Badr, yang sekarang menjadi menteri dan penasehat Raja. Sedangkan Pangeran Turki bin Talal dipercaya menjadi Wakil Gubernur Asir dan Pangeran Faisal bin Fahd bin Muqrin, menjadi Wakil Gubernur Hail. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.