Pasukan Perempuan Indonesia Ikut Misi Perdamaian PBB

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, menemui ratusan personel infrantri Kontingen Garuda pasukan perdamaian PBB di Indonesian Batalyon atau Indobatt pada hari kedua kunjungannya ke Lebanon, 26 Februari 2018. Kunjungan ini untuk menunjukkan keseriusan Indonesia dalam berkontribusi terhadap perdamaian dunia. Foto : Kementrian Luar Negeri

    Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, menemui ratusan personel infrantri Kontingen Garuda pasukan perdamaian PBB di Indonesian Batalyon atau Indobatt pada hari kedua kunjungannya ke Lebanon, 26 Februari 2018. Kunjungan ini untuk menunjukkan keseriusan Indonesia dalam berkontribusi terhadap perdamaian dunia. Foto : Kementrian Luar Negeri

    TEMPO.CO, Libanon- Dalam kunjungan hari kedua ke Lebanon, Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, menemui sekitar 48 personil perempuan Kontingen Garuda pasukan perdamaian PBB di desa Thaibeh, Libanon. Kehadiran pasukan perempuan ini, disebut Retno, memiliki keunggulan dan nilai tambah tersendiri.

    “Mereka dapat lebih mudah diterima dan dipercaya dalam membantu masyarakat perempuan dan anak-anak. Sebagai perempuan, saya sangat bangga, jumlah pasukan perdamaian Indonesia perempuan terus meningkat. Ini suatu nilai tambah luar biasa sebuah negara Muslim terbesar di dunia mengirim pasukan perempuan ke misi perdamaian PBB,” kata  Retno, Selasa, 26 Februari 2018, seperti tercantum dalam rilis yang diterima Tempo.

    Baca: Pindad Kirim 29 Unit Anoa Untuk Pasukan Perdamaian PBB

    Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, mengunjungi pasukan perdamaian Angkatan Laut Kontingen Garuda di KRI Usman Harun di Port of Beirut, 25 Februari 2018. Kontingen Garuda di Lebanon memperkuat pasukan maritim UNIFIL. Foto: Kementrian Luar Negeri

    Dalam kesempatan itu, Retno melakukan dialog dengan pasukan perdamaian perempuan dari Indonesia serta membahas tantangan, ang umum dihadapi para laskar perempuan ini.

    Total ada 1.290 personil Indonesia dalam Misi Perdamaian PBB di Libanon (UNIFIL). Pasukan UNIFIL dibentuk PBB pada 1978 untuk mendukung pelaksanaan mandat resolusi Dewan Keamanan PBB 425 dan 426 yang meminta Israel menarik mundur pasukannya dari Libanon Selatan.

    Baca: 14 Pasukan Perdamaian PBB Tewas Diserang Milisi di Kongo

    Sejak 2006 dengan mandat resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 tahun 2006, terdapat peningkatan jumlah personil pasukan perdamaian PBB. Ini termasuk keikut-sertaan kontingen Garuda dari Indonesia.

    Saat ini Indonesia merupakan kontributor pasukan terbesar pada UNIFIL, PBB, dengan jumlah total 1.290 personil. Adapun mandat dari pasukan UNIFIL antara lain memonitor gencatan senjata antara Libanon dan Israel, pemulihan keamanan dan menjaga perdamaian di Libanon Selatan. Pasukan juga bertugas untuk membantu Pemerintah Libanon menjalankan otoritas secara efektif di Libanon Selatan, dan membantu penyaluran bantuan kemanusiaan dan proses kembalinya pengungsi secara aman.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut Gojek.