Polisi di Inggris Imbau Warga Tak Beri Uang ke Pengemis, Mengapa?

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Pengemis di Dubai. Gulfnews.com

    Ilustrasi Pengemis di Dubai. Gulfnews.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi di kota kecil Ely, Cambridgeshire, Inggris mengimbau warganya untuk tidak memberikan uang kepada pengemis. Polisi mengatakan setiap pengemis di kota itu bukan tunawisma, tapi menghasilkan uang banyak dengan menipu.

    Menurut polisi , tidak ada orang yang hidupnya begitu melarat di Ely, sehingga diduga orang yang mengaku tunawisma mencoba menyesatkan orang lain demi mengumpulkan uang.

    Baca: Beri Makan Tuna Wisma di Vatikan, McDonald Dituding Promosi

    Untuk itu polisi mendesak anggota masyarakat untuk memberi para pengemis itu makanan atau minuman hangat, bukan uang.

    Polisi Cambridgeshire mencatat telah terjadi peningkatan jumlah pengemis yang beroperasi di kota itu, namun dipastikan tidak ada orang yang tidak tidur nyenyak di Ely.

    "Tidak ada orang yang tidak tidur nyenyak di Ely. Semua individu yang terlihat mengemis baru-baru ini telah dilayani dengan perumahan sementara dan dukungan sosial lainnya," kata Sersan Phil Priestley.

    Baca: Mengemis Jadi Karier Profesional, Ini Temuannya

    "Kami mendesak siapa saja yang ingin membantu masalah tunawisma untuk menyumbang kepada badan amal terdaftar. Jika merasa tergerak untuk memberikan sesuatu, tawarkan makanan atau minuman hangat dengan segala cara, tapi tolong jangan memberikan uang," tambahnya.

    Berdasarkan data terbaru, sekitar 4.751 tunawisma tidur nyenyak pada malam hari di Inggris dan sekitar 600 di antaranya berada di  Cambridgeshire.

    Seorang juru bicara Dewan Distrik Cambridgeshire Timur mengatakan, pihaknya telah melakukan langkah-langkah menyeluruh untuk memastikan bahwa orang-orang yang sulit mendapatkan tempat tidur mendapatkan dukungan penuh.

    Baca: Sambut Ivanka Trump, India Singkirkan Pengemis dan Anjing Liar

    Berita tunawisma di Ely muncul setelah seorang anggota Konservatif, Simon Dudley mengatakan, pengemis di Windsor dapat merusak citra pernikahan Pangeran Harry dan aktris Amerika Meghan Markle pada Mei mendatang.

    Dudley mendapat kecaman dari tokoh-tokoh Inggris, termasuk Perdana Menteri Theresa May atas pernyataannya itu. Ia bahkan menghadapi mosi tidak percaya setelah dia menyarankan pengemis atau tunawisma di Windsor untuk dipindahkan menjelang pernikahan kerajaan. Dudley juga telah mendesak polisi untuk menggunakan kekuasaan mereka berdasarkan Undang-Undang Vagrancy 1824 dan Perilaku Anti-Sosial, Kejahatan dan Perpolisian tahun 2014 untuk melindungi warga dan wisatawan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.