Amerika Serikat Jual 4 Pesawat Intai Ke Kuwait

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sputniknews, 10 Februari 2018, menulis bahwa Angkatan Udara Amerika Serikat menginginkan pesawat tempur tercanggihnya saat ini, F-22 Raptor, dapat beroperasi hingga 2060. Eksplorasi teknologi sensor dan Kecerdasan Buatan dilakukan dengan ambisius setelah Rusia dan Cina mempercepat pengembangan jet tempur siluman mereka. sohu.com

    Sputniknews, 10 Februari 2018, menulis bahwa Angkatan Udara Amerika Serikat menginginkan pesawat tempur tercanggihnya saat ini, F-22 Raptor, dapat beroperasi hingga 2060. Eksplorasi teknologi sensor dan Kecerdasan Buatan dilakukan dengan ambisius setelah Rusia dan Cina mempercepat pengembangan jet tempur siluman mereka. sohu.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat, Kamis, 22 Februari 2018, menyetujui penjualan empat pesawat pengintai ke Kuwait seharga US$ 259 juta setara dengan Rp 3,5 triliun,

    Badan Kerjasama Keamanan dan Pertahanan Amerika Serikat (DSCA) menjelaskan, Kuwait membeli King Air-350 yang dilengkapi dengan mesin PT6A-67A.

    Baca: Kunjungan ke Kuwait, Ternyata Prancis Jualan Senjata

    Qatar memperluas pangkalan udara Amerika Serikat di Al Udeid yang selama ini menampung 10 ribu personil militer AS berikut pesawat tempur dan peralatan militer lainnya.

    DSCA menyatakan, pesawat tersebut dilengkapi mesin cadangan, empat kamera, sensor radar antiserangan roket.

    Baca: Amerika Serikat Suplai Senjata ke Pemberontak Suriah

    "Kuwait juga meminta disiapkan peangkat komunikasi berkode, pelatihan dan perlatan navigasi serta layanan teknis dan logistik," bunyi pernyataan DSCA sebagimana ditulis Middle East Monitor.

    Beberapa hari sebelumnya, DSCA mengungkapkan bahwa Kuwait ingin membeli kapal patroli senilai US$ 100 juta atau sekitar Rp 1,4 triliun. Permintaan ini telah disetujui.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.