Prancis dan Jerman Desak Rusia Hentikan Serangan Suriah

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Perancis Emmanuel Macron berbicang dengan Kanselir Jerman Angela Merkel di Elysee Palace di Paris, Perancis, 19 Januari 2018. REUTERS

    Presiden Perancis Emmanuel Macron berbicang dengan Kanselir Jerman Angela Merkel di Elysee Palace di Paris, Perancis, 19 Januari 2018. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Prancis Emmanuel Macron berharap dunia sepakat terhadap gencatan senjata di Suriah setelah kedua negara meminta Presiden Rusia Vladimir Putin mendukung resolusi gencatan senjata Dewan Keamanan PBB.

    Baca: Rakyat Jerman Tolak Perang di Suriah

    Kanselir Jerman dan pemimpin Partai Demokratis Kristen (CDU) Angela Merkel, saat memasukan surat suara dalam pemilu di Berlin, Jerman, 24 September 2017. REUTERS/Kai Pfaffenbach

    Kantor berita Reuters melaporkan, kedua pemimpin Uni Eropa itu memohon kepada Rusia, pendukung Presiden Suriah Bashar al-Assad dalam perang tujuh tahun, untuk menghentikan bombardir terhadap kantong pertahanan pemberontak di Ghouta Timur.

    Jet tempur pasukan pemerintah Suriah dan sekutunya menghajar daerah padat penduduk di sebelah timur Ibu Kota Damaskus hingga hari kedelapan. Akibat serangan tersebut, sedikitnya 400 orang tewas.

    Baca: Putin Kunjungi Jerman dan Prancis Bahas Suriah

    Mohammed Abu Anas berlari membawa putranya yang terluka terkena serangan udara pesawat tempur pasukan Pemerintah Suriah di dekat kota Ghouta, Damaskus, Suriah, 21 Februari 2018. REUTERS/Bassam Khabieh

    "Prancis dan Jerman meminta segera dihentikan serangan dan mengimplementasikan gencatan senjata guna menyelamatkan warga sipil, memberikan akses kemanusiaan dan evakuasi sebagaimana hasil keputusan PBB," bunyi pernyataan kedua pemimpin dikutip Al Jazeera.

    "Prancis dan Jerman meminta Rusia memikul tanggung jawab atas semua ini," kata keduanya usai pertemuan pada pemimpin Uni Eropa di Brussels.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.