Lagi, Trump Beri Sanksi Besar untuk Rezim Kim Jong Un

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Howar X dan Denis Alan berdandan ala Kim Jong Un, pemimpin Korea Utara dan Presiden AS, Donald Trump.

    Howar X dan Denis Alan berdandan ala Kim Jong Un, pemimpin Korea Utara dan Presiden AS, Donald Trump.

    TEMPO.CO, Washington – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengenakan sanksi terbesar terhadap pemerintah Korea Utara untuk menekan negara itu agar menanggalkan program rudal balistik dan senjata nuklir.

    Trump, mengatakan Amerika menyiapkan fase kedua yang bisa sangat merugikan dunia jika fase pertama berupa pengenaan sanksi ekonomi terhadap Korea Utara tidak mempan.

    Baca: Trump Undang Pembelot Korea Utara Hadiri Pidato Kenegaraan

    Sanksi ini menyasar satu individu, 27 perusahaan dan 28 kapal dan diumumkan oleh Kementerian Keuangan AS lewat situsnya.

    Amerika juga menyodorkan daftar entitas terpisah untuk mendapat sanksi PBB.

    Baca: Korea Utara Luncurkan Rudal, Berikut Reaksi Presiden Trump

     
     

    “Tujuannya untuk aktivitas penyelundupan lewat laut oleh Korea Utara untuk mendapatkan minyak dan menjual batu bara,” begitu dilansir media Reuters, Jumat, 23 Februari 2018.

    Pemerintah Korea Utara telah mengembangkan rudal balistik berhulu ledak nuklir yang dapat mencapai daratan AS. Trump dan Kim Jong Un, pemimpin tertinggi Korea Utara, juga telah bertengkar dan saling menghina secara terbuka di media massa. Keduanya juga saling mengancam akan menyerang menggunakan senjata nuklir.

    Pada Agustus 2017, Trump mengancam akan menyerang Korea Utara secara habis-habisan yang belum pernah dilihat dunia. Belakangan, pejabat Amerika mengatakan masih mengedepankan solusi diplomatik.

    “Jika sanksi-sanksi ini tidak berhasil, maka kita masuk fase kedua,” kata Trump. “Fase kedua bisa menjadi sangat kasar, mungkin sangat, sangat merugikan dunia. Tapi mudah-mudahan sanksi ini berhasil,” kata Trump.

    Sanksi ekonomi ini menyasar seorang individu asal Taiwan, perusahaan pengapalan dan energi asal Cina, Hong Kong, Taiwan dan Singapura. Sanksi ini memblokir aset mereka yang ada di Amerika dan melarang warga negara AS bertransaksi dengan mereka.

    Kementerian Keuangan AS mengatakan sanksi ini untuk merontokkan perusahaan perdagangan dan pengapalan Korea Utara dan mengisolasi rezim Pyongyang. Sanksi ini menyasar kapal-kapal yang terletak, terdaftar dan berbendera Korea Utara, Cina, Singapura, Taiwan, Hong Kong, Kepulauan Marshall, Tanzania, Panama dan Komoros. Trump mencoba menggalang dukungan PBB untuk terus menekan Korea Utara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.