Saat Nikolas Cruz Menembak, Polisi Amerika Bersembunyi?

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah siswa mengangkat tangannya saat berhasil dievakuasi dari gedung sekolah setelah terjadinya penembakan di SMA Marjory Stoneman Douglas di Parkland, Florida, 15 Februari 2018. (Mike Stocker/South Florida Sun-Sentinel via AP)

    Sejumlah siswa mengangkat tangannya saat berhasil dievakuasi dari gedung sekolah setelah terjadinya penembakan di SMA Marjory Stoneman Douglas di Parkland, Florida, 15 Februari 2018. (Mike Stocker/South Florida Sun-Sentinel via AP)

    TEMPO.CO, Florida - Polisi yang bertugas menjaga keamanan sekolah Marjory Stoneman Douglas, Parkland, Florida, Amerika Serikat diskors tanpa digaji karena dia bersembunyi saat tersangka penembakan massal Nikolas Cruz sedang beraksi.

    Media Sun-Sentinel mengungkapkan petugas keamanan bersenjata ini akhirnya mengundurkan diri pada Kamis, 22 Februari 2018, dan menjalani investigasi internal.

    Baca: embakan di Florida Amerika Serikat, Siapa Nikolas Cruz?

    Ini terungkap lewat video penembakan sadis di sekolah itu, yang terjadi pada 14 Februari 2018. Tayangan video itu menunjukkan petugas keamanan sekolah bernama Scott Peterson ini bersembunyi di luar sekolah.

    Baca: Jelang Penembakan Massal Amerika, Nikolas Cruz Bilang Ini

    Nikolas Cruz. [heavy.com]

    Sheriff Broward County, Scott Israel, mengatakan video keamanan sekolah menunjukkan petugas itu mengambil posisi bertahan selama penembakan massal sedang berlangsung dan tidak pernah masuk ke area sekolah.

    Israel mengumumkan pada Kamis bahwa keputusan untuk menskorsing Scot Peterson dibuat setelah meninjau video dari penembakan tersebut dan mengambil pernyataan dari saksi dan Peterson sendiri.

    "Dia seharusnya masuk, berbicara atau bahkan membunuh si penyerang," kata Israel, seperti dilansir ABC News pada 22 Februari 2018. Berita ini juga dilansir

    Peterson membawa senjata dan berada di sekolah saat penembakan yang menewaskan 17 orang tersebut berlangsung pada 14 Februari 2018. 

    Israel mengatakan video tersebut menunjukkan Peterson tiba di sisi barat Gedung 12, di mana sebagian besar pembunuhan terjadi. Dia kemudian mengambil posisi tapi "tidak pernah masuk" ke dalam sekolah.

    "Video itu menunjukkan bahwa Peterson tetap berada di luar gedung tersebut selama empat menit dalam penembakan tersebut, yang berlangsung sekitar enam menit," kata Israel.

    Peterson ditunjuk sebagai petugas di sekolah yang sempat menjadi tempat menuntut ilmunya itu pada 2014. Peterson dipilih karena dianggap terbukti dapat diandalkan dalam menangani masalah dengan keputusan dan penilaian dan aktif dalam mentoring dan menasihati siswa pada tahun itu.

    Penembakan massal di Marjory Stoneman Douglas High School di Parkland, Florida, pada 14 Februari 2018 dilakukan oleh Nikolas Cruz.

    Cruz, 19 tahun, ditangkap sesaat setelah penembakan itu dan dikenai tuduhan 17 pembunuhan berencana. Dia ditahan di Penjara Broward County.

    Pada hari Rabu, Sheriff Israel mengumumkan wakil sheriff Broward County sekarang akan membawa senapan AR-15 di halaman sekolah di dalam distrik tersebut. Dia menambahkan salah satu cara untuk membuat sekolah lebih aman adalah dengan mengevaluasi jumlah petugas keamanan di sekolah-sekolah. Nikolas Cruz pernah bersekolah di Marjory Stoneman namun dikeluarkan karena masalah disiplin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.