Jerman Menuding Suriah Melakukan Pembunuhan Massal ke Warga Sipil

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memadamkan api di sebuah toko seusai serangan udara pasukan pemerintah Suriah di Ghouta, pinggiran kota Damaskus, 20 Februari 2018. Syrian Civil Defense White Helmets via AP

    Petugas memadamkan api di sebuah toko seusai serangan udara pasukan pemerintah Suriah di Ghouta, pinggiran kota Damaskus, 20 Februari 2018. Syrian Civil Defense White Helmets via AP

    TEMPO.CO, Jakarta - Kanselir Jerman Angela Merkel, Kamis, 22 Februari 2018, mengutuk Suriah karena melakukan pembunuhan massal terhadap warga sipil tak berdosa. Jerman minta Rusia memainkan pengaruhnya di Suriah.

    "Apa yang kami lihat baru-baru ini di Suriah, rezim berperang bukan melawan kaum teroris melainkan melawan rakyatnya sendiri. Rezim membunuh anak-anak, menghacurkan rumah sakit. Semua itu pembunuhan massal yang harus kita kutuk," kata Merkel seperti dikutip Reuters, Kamis, 22 Februari 2018.

    Baca: 13 Fasilitas Medis di Ghouta Suriah Hancur dalam Tiga Hari

    Petugas medis berusaha memberi pertolongan pada korban serangan udara pasukan pemerintah Suriah di Ghouta, pinggiran kota Damaskus, 20 Februari 2018. Syrian Civil Defense White Helmets via AP

    Mereka mengatakan, Berlin akan membicarakan masalah perang di Suriah dengan Moskow. "Kami harus melakukan sesuatu dengan kekuatan kita guna mengakhiri pembunuhan massal di Suriah," ucap Merkel.

    Sedikitnya 250 orang dikabarkan tewas akibat serangan udara dan artileri di Ghouta Timur, Suriah. Menurut laporan sejumlah media, jumlah korban tewas ini terbanyak sejak insiden pengeboman pada 2013.

    Baca: Jumlah Korban Tewas Perang Suriah di Ghouta Tertingi Sejak 2013

    13 Fasilitas Kesehaan di Ghouta Hancur Dalam Serangan 3 Hari

    Selain menewaskan lebih dari 200 orang, gempuran jet tempur Suriah menurut Doctors Without Borders, mengakibatkan lebih dari 13 rumah sakit dan klinik kesehatan di Ghouta Timur hancur. Jerman akan meminta Rusia menghentikan kekejian Suriah. Hingga saat ini belum ada upaya menyeret pemimpin Suriah ke Mahkamah Internasional di Den haag, Belanda.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.