Pakistan Latih 10 Ribu Tentara Arab Saudi, Untuk Apa?

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pangeran Arab Saudi, Mohammed bin Salman saat melakukan kunjungan ke markas tentara Saudi sambil berbuka bersama di Najran, Arab Saudi, 29 Juni 2016. Bandar Algaloud/Courtesy of Saudi Royal Court/Handout via REUTERS

    Pangeran Arab Saudi, Mohammed bin Salman saat melakukan kunjungan ke markas tentara Saudi sambil berbuka bersama di Najran, Arab Saudi, 29 Juni 2016. Bandar Algaloud/Courtesy of Saudi Royal Court/Handout via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Pakistan melatih sekitar 10 ribu tentara Arab Saudi dalam beberapa bulan ini. Mereka dikirim untuk memberikan pelatihan kepada tentara  negara terkaya di Timur Tengah itu.

    Menteri Pertahanan Pakistan Khurram Dastagir tidak menjelaskan lebih rinci tentang tentara Pakistan melatih banyak tentara Arab Saudi dan bentuk pelatihan yang diberikan.

    Baca: 12 Warga Pakistan Tersangka Bom Bunuh Diri di Arab Saudi

    Namun, sejumlah pihak menduga peningkatan kerja sama keamanan antara Riyadh dan Islamabad tersebut terkait dengan spekulasi munculnya ketegangan di antara keluarga kerajaan yang berkuasa di Saudi, Al-Saud serta pemberangusan korupsi yang melibatkan sejumlah anggota keluarga kerajaan.

    Sementara sejumlah anggota parlemen Pakistan mempertanyakan keputusan mengirimkan tentara ke Saudi karena dikhawatirkan tentara Pakistan akan dimanfaatkan untuk melawan pemberontak Houthi yang didukung Iran di Yaman.

    Saat ini, 1.600 pasukan angkatan darat Pakistan ditempatkan di Saudi sesuai dengan protokol keamanan kedua negara tahun 1982.

    Baca: Arab Saudi Dicurigai Beli Senjata Nuklir dari Pakistan

    "Sejauh ini penempatan tentara Pakistan di luar teritori Arab Saudi atau Yaman diperhatikan, saya mau memastikan anda bahwa itu tidak akan terjadi. Pakistan akan tetap netral atas konflik di Timur Tengah sesuai dengan arahan parlemen," kata Dastagir seperti dikutip dari Middle East Monitor, 19 Februari 2018.

    Dastagir merujuk pada resolusi parlemen 2015 yang menyatakan Islamabad tidak akan terlibat konflik apapun di Timur Tengah, khususnya di Yaman.

    Selain hubungan militer, Pakistan merupakan mitra dagang terbesar Saudi di kawasan ini dengan mengekspor produk dan jasa terutama minyak yang nilainya mencapai US$ 5 miliar pada tahun 2017.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?