Takut Tas Dicuri, Perempuan Cina Nekad Masuk Mesin X-ray

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Takut Tas Dicuri, Wanita Cina Masuk Mesin X-ray

    Takut Tas Dicuri, Wanita Cina Masuk Mesin X-ray

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang permpuan di Cina, nekad memasuki alat pemindai barang  atau X-ray di stasiun kereta api hanya karena takut tas tangannya dicuri.

    Petugas keamanan Cina terkejut melihat gambar seorang wanita saat memantau layar X-ray atau sinar-X itu.

    Baca: Baru Keluar Ruko di Kapuk, 53 WNA Cina Diciduk Intel

    Insiden aneh ini terjadi pada 11 Februari di sebuah stasiun kereta api di Dongguan, Provinsi Guangdong di China selatan.

    Baca: Kapal Perang Inggris ke Laut Cina Selatan, Beijing Diperingatkan

     
     

    Gambar itu menunjukkan seorang penumpang perempuan, yang masih mengenakan sepatu hak tinggi, berlutut di jalur barang untuk memindai cek.

    Video yang dibagikan secara online itu juga menunjukkan bahwa wanita itu keluar dari mesin sinar-X setelah itu.

    Dia kemudian memeriksa dompet dan tas lainnya sebelum dia meninggalkan pos pemeriksaan.

    Menurut laporan The Star pada 14 Februari 2018, tindakan aneh wanita ini mengejutkan petugas keamanan di Stasiun Kereta Api Dongguan di Propinsi Guangdong, China selatan. Berita ini juga dilansir Daily Mail dan Metro.uk.

    Tidak jelas apa yang wanita itu bawa di tas tangannya.

    Media lokal melaporkan bahwa staf Stasiun Kereta Api Dongguan telah menyarankan agar penumpang tidak masuk ke mesin sinar-X karena radiasi yang dihasilkan pemindai bisa berbahaya.

    Insiden yang tidak biasa terjadi di tengah migrasi manusia tahunan terbesar di dunia karena jutaan orang Cina kembali ke kampung halaman mereka untuk Tahun Baru Imlek, yang jatuh pada 16 Februari.

    Di seantero negeri, sekitar 390 juta orang Cina diperkirakan akan melakukan perjalanan dengan kereta api dalam waktu 40 hari.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.