Kamis, 22 Februari 2018

Saudi Serahkan Pengelolaan Grand Mosque ke Belgia, Kenapa?

Reporter:

Budi Riza

Editor:

Budi Riza

Selasa, 13 Februari 2018 11:55 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Saudi Serahkan Pengelolaan Grand Mosque ke Belgia, Kenapa?

    Ini Grand Mosque di Brussel, Belgia. Reutes.

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Kerajaan Arab Saudi sepakat menyerahkan pengelolaan masjid terbesar di Belgia kepada pemerintah setempat. Pemerintah Belgia menyewakan pengelolaan Mesjid Besar (Grand Mosque) kepada Saudi pada 1969 selama 99 tahun secara gratis.

    Detail kesepakatan ini akan dipublikasikan pada Februari 2018.
    Ini membuat pemerintah Saudi memiliki akses penuh untuk mengelola mesjid dan mengirim para imam untuk memimpin komunitas Muslim setempat. Sebagai imbalannya, Belgia mendapatkan suplai minyak dengan harga lebih murah untuk kebutuhan industrinya.

    Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud berbincang dengan putranya, Pangeran Mohammed bin Salman. REUTERS

    Baca: Fatwa Ulama: Perempuan Arab Saudi Boleh Tidak Pakai Abaya

     

    "Sikap Belgia untuk mengajukan permintaan ini kepada Arab Saudi, yang merupakan investor besar dan pembeli senjata, berbeda dengan sikap para diplomat Uni Eropa yang enggan karena khawatir menggangu hubungan komersial dan keamanan," begitu dilansir Reuters, Senin, 12 Februari 2018.

    Baca: Kampus di Arab Saudi Buka Pintu untuk Perempuan Kuliah Turisme

    Kesepakatan ini terjadi pada Januari 2018 dan bersamaan dengan sikap Arab Saudi untuk menghentikan semua dukungan terhadap mesjid dan sekolah agama yang dianggap menyebarkan paham radikal.
    Diplomat Belgia, Dirk Achten, menyebut sikap Saudi ini sebagai peluang positif. "Saudi sekarang berdialog tanpa tabu," kata dia kepada parlemen Belgia.

    Pemerintah Belgia mengajukan permintaan ini atas desakan dari parlemen. Pemerintah setempat merasa khawatir mesjid ini akan digunakan oleh penceramah tertentu untuk menyebarkan paham radikalisme.

    Pengelola masjid menolak adanya paham radikal disebarkan dalam ceramah di masjid. Namun, pemerintah Eropa merasa khawatir setelah munculnya rencana serangan radikal Islam yang terlibat dalam penyerangan di Paris pada 2015 dan menewaskan sekitar 130 orang. Lalu ada peristiwa teror pada 2016 di Belgia, yang menewaskan 32 orang.

    Menurut informasi dari lembaga keamanan Belgia, OCAD/OCAM, ada penganut paham Wahabi yang mempromosikan ide radikal di masjid ini pada 2016. "Masjid ini memiliki pengaruh untuk digunakan menyebarkan paham kebencian," kata seorang pejabat keamanan Belgia. "Tidak ada yang memperhatikan selama puluhan tahun."

    Saat ini, pemerintah Saudi sedang menggelar reformasi untuk membawa negaranya menjadi moderat dan menghargai perbedaan pandangan dan agama.


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Inilah Wakanda dan Lokasi Film Black Panther Buatan Marvel

    Marvel membangun Wakanda, negeri khayalan di film Black Panther, di timur pantai Danau Victoria di Uganda. Sisanya di berbagai belahan dunia.