Sabtu, 26 Mei 2018

Trump Geber Proyek Infrastruktur AS Senilai Rp 20,400 Triliun

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pengendara Harley memarkir motornya di jalanan di dekat Museum Harley-Davidson saat perayaan ulang tahun Harley-Davidson ke-110 di Milwaukee, Wisconsin, Amerika Serikat, Sabtu (31/8). Puluhan ribu pecinta Harley dari berbagai belahan dunia melakukan perjalanan ke Milwaukee untuk merayakan ulang tahun motor kesayangan mereka itu. REUTERS/Sara Stathas

    Seorang pengendara Harley memarkir motornya di jalanan di dekat Museum Harley-Davidson saat perayaan ulang tahun Harley-Davidson ke-110 di Milwaukee, Wisconsin, Amerika Serikat, Sabtu (31/8). Puluhan ribu pecinta Harley dari berbagai belahan dunia melakukan perjalanan ke Milwaukee untuk merayakan ulang tahun motor kesayangan mereka itu. REUTERS/Sara Stathas

    TEMPO.CO, Washington- Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bakal mengumumkan paket revitalisasi infrastruktur senilai US$1,5 triliun atau sekitar Rp20,400 triliun pada Senin, 12 Februari 2018 waktu setempat. Namun pemerintah federal dikabarkan hanya menganggarkan dana sekitar Rp2,700 triliun.

    "Mayoritas dana akan berasal dari pemerintah negara bagian dan daerah," begitu dilansir media Guardian, Senin, 12 Februari 2018. Dana ini akan digunakan untuk pembangunan jalan, jalan raya, pelabuhan hingga bandara udara.

    Presiden AS Donald Trump bertepuk tangan di depan Wakil Presiden AS Mike Pence (kiri) dan Ketua DPR AS Rep Paul Ryan di Capitol Hill di Washington, AS, 30 Januari 2018. REUTERS

    Baca: Donald Trump Ketahuan Bohong Soal Diskon Cincin Berlian Melania

     
     

    "Setiap dolar dari pemerintah federal harus dipasangkan dengan dana dari pemerintah negara bagian dan daerah dan melibatkan swasta jika memungkinkan untuk memperbaiki defisit infrastruktur," kata Trump pada pidato kenegaraan pada bulan lalu.

    Baca: Taipan Kasino Wynn, Teman Trump, Mundur Akibat Skandal Seks

     

    Trump berulang kali menyalahkan kondisi buruknya jalan raya di Amerika sebagai penyebab yang mencegah negara itu mencapai potensi ekonomi maksimal. Sebagian kalangan menilai Trump seharusnya menaruh program revitalisasi ini diawal untuk mendapatkan dukungan Demokrat.

    Namun, Trump malah menggarap program dana kesehatan, yang membuat hubungan kedua pihak yaitu Partai Demokrat dan Partai Republik pengusung Trump, terlibat perselisihan.

    Pada saat yang sama, Gedung Putih sedang mengalami masalah tudingan terlibat kolusi dengan Rusia pada pilpres 2016. Lalu ada masalah dua staf penting yang mengundurkan diri terkait kasus kekerasan domestik.

    Demokrat dan Republik juga bertengkar mengenai kebijakan imigrasi dan pembangunan pagar pembatas di selatan.

    "Ini membuat membahas program infrastruktur di Kongres, yang terbelah, menjadi tidak mudah," begitu dilansir Guardian.

    Menurut pejabat AS, dana US$200 miliar itu akan diambil dari sejumlah program kerja yang dikurangi pada 2018. Setengah dana itu akan digunakan untuk transportasi, air, kontrol banjir, dan membersihkan polusi.

    Menurut media USA Today, Trump memiliki strategi membiarkan Kongres membahas detil pendanaannya. Dia memiliki empat rencana fokus yaitu investasi baru, memangkas perizinan, berinvestasi di proyek pedesaan dan menambah lapangan kerja.

    "Proposal palsu ini tidak akan mengatasi masalah infrastruktur serius yang dihadapi negeri ini," kata Peter DeFazio, wakil rakyat asal Oregon, yang merupakan politikus senior Demokrat di Komite Infrastruktur dan Transportasi.

    Seperti dilansir CNN, pejabat DJ Gribbin, yang merupakan asisten khusus untuk infrastruktur dari tim Trump, mengatakan pemerintah federal memberi kesempatan kepada pemerintah negara bagian dan daerah untuk berpartisipasi. "Untuk meningkatkan investasi di bidang infrastruktur," kata Gribbin.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Merapi Kembali Menunjukkan Tanda-Tanda Letusan Magmatis Pada 2018

    Merapi merupakan salah satu gunung paling aktif di Indonesia, ini rekaman sejarah erupsi Merapi menurut Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral.