Sekjen PBB Sesalkan Kehadiran Pasukan TNI di Dili

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Dili:Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Kofi Annan menyesalkan kehadiran pasukan TNI dalam jumlah besar di wilayah teritorial Timor Lorosae. “Ketika saya mampir di Jakarta saya telah berbicara banyak dengan Presiden Megawati. Termasuk persoalan keamanan Megawati selama di Timor Lorosae. Saya juga heran ketika mendengar ada banyak tentara Indonesia di Timor Lorosae,” tegas Kofi Annan menjawab wartawan dalam jumpa pers sesaat setelah kedatangannya di Bandara internasional Komoro, Dili, Minggu (19/05). Penyesalan Sekjen PBB itu wajar mengingat pengawalan yang diberikan kepada para tamu negara ekstra ketat. Selain mendapat pengawalan voorider, para tamu negara juga mendapat pengawalan dari udara. Sejak pukul 06.00 waktu setempat, tak kurang dari empat buah helikopter PBB terus meraung-raung dan berputar-putar diatas kota Dili. Sejumlah tamu yang telah tiba di Dili antara lain Perdana Menteri Australia John Howard, Presiden Mozambique Joaquim Chissano, Delegasi Uni Eropa dan Jepang, Perdana Menteri Selandia Baru Helen Clark dan Presiden Nauruian Rene Harris. Juga Perdana Menteri Portugal Durao Barosso, Delegasi Singapura, Presiden Portugal Jorge Sampaio, Presiden Bank Dunia James Wolfensohn, Delegasi Thailand, Menteri Luar Negeri Australia Alexander Downer, Mantan Presiden AS Bill Clinton, dan Sekjen PBB sendiri Kofi Annan. Presiden Megawati yang merupakan tetangga dekat Timor Lorosae menurut jadwal akan tiba di Dili pada pukul 10.00 waktu Dili. Lebih lanjut Annan mengatakan PBB akan tetap tinggal dan membantu pemerintahan Timor Lorosae beberapa tahun mendatang. “Saya juga berharap agar wartawan dari mancanegara tidak melupakan Timor Lorosae setelah pesta kemerdekaan ini berakhir. Wartawan punya tanggungjawab yang besar bagi masa depan negara baru ini,” katanya. Selama dua tahun lebih, jelas Annan, komunitas internasional telah menunjukkan komitmennya. Setelah itu, Timor Lorosae akan hidup sendiri dalam kesusahan. Hal itu telah ditunjukkan dari hasil konferensi negara-negara donor, pekan lalu. Timor Lorosae pasca Jajak Pendapat 1999 telah mendapat banyak program bantuan dari komunitas internasional. (Alexandre Assis-Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.