Demokrat Desak Amerika Serikat Tak Kurangi Bantuan ke Palestina

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pria Palestina membawa karung tepung di luar pusat distribusi makanan PBB di kamp pengungsi Al-Shati di Kota Gaza, 17 Januari 2018. AS adalah donor terbesar (U.N. Relief and Welfare Agency) UNRWA selama beberapa dekade. REUTERS/Mohammed Salem

    Seorang pria Palestina membawa karung tepung di luar pusat distribusi makanan PBB di kamp pengungsi Al-Shati di Kota Gaza, 17 Januari 2018. AS adalah donor terbesar (U.N. Relief and Welfare Agency) UNRWA selama beberapa dekade. REUTERS/Mohammed Salem

    TEMPO.CO, Jakarta - Lebih dari 100 anggota Partai Demokrat di Kongres melakukan desakan tertulis kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump agar tidak mengurangi bantuan untuk pengungsi Palestina lewat lembaga PBB UNRWA.

    "Kami mendesak Anda melanjutkan bantuan vital Amerika Serikat kepada pengungsi Palestina melalui lembaga PBB UNRWA," kata salah seorang perwakilan Demokrat dalam surat yang dikirimkan kepada Trump, Kamis, 8 Februari 2018.

    Baca: Sejak Akui Yerusalem, Amerika Serikat - Palestina Tak Ada Kontak

    Pengungsi Palestina menunggu untuk menerima bantuan di pusat distribusi makanan PBB di kamp pengungsi Al-Shati di Kota Gaza, 15 Januari 2018. UNRWA didirikan pada 1949 setelah ratusan ribu orang Palestina melarikan diri atau diusir dari rumah mereka karena perang Israel 1948 REUTERS

    "Membekukan bantuan akan merugikan kepentingan Amerika Serikat. Hal itu juga dapat mengurangi peran Amerika Serikat dalam mewujudkan solusi dua negara, Israel dan Palestina," tulisnya seperti dikutip Middle East Monitor.

    Amerika Serikat adalah negara donor paling besar di UNRWA mencakup seperempat anggaran tahunan. Badan tersebut didanai oleh hampir seluruh negara anggota PBB.

    Bulan lalu, Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat di Washington mengumumkan mengurangi bantuan US$ 65 juta (Rp 886 miliar) untuk anggaran tahunan UNRWA dari bantuan sebesar US$ 125 juta (Rp 1,7 triliun).Keceriaan anak-anak pengungsi saat berbaris pada hari pertama bersekolah di sekolah UNRWA di kamp pengungsian Palestina al Wehdat, di Amman, Yordania, 1 September 2016. REUTERS/Muhammad Hamed

    Demokrat juga mengatakan bahwa meningkatnya penderitaan rakyat Palestina dan melemahkan pemerintahan mereka hanya akan menguntungkan mereka yang tidak terlibat dalam proses perdamaian dan akan memperkuat kelompok yang disebut "ekstrimis", yang memusuhi Israel.

    Baca: AS Diduga Menahan Pembayaran Uang Bantuan Palestina, Mengapa?

    Mereka menjelaskan, laporan intelijen mengungkapkan bahwa Israel telah meminta pemerintah Amerika Serikat tidak melakukan pengurangan sedemikian rupa karena pemerintah Israel mengetahui bahwa layanan dasar UNRWA untuk pengungsi Palestina membantu menstabilkan "keamanan Israel" meskipun ada kritik pemerintah terhadap badan tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.