4 Fakta Seru Korea Utara Tundukkan Dunia via Arena Olimpiade

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kim Yo Jong (kanan), adik Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, berjalan dengan Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, saat akadi rumah presiden di Seoul, Korea Selatan, 10 Februari 2018. (Kim Ju-sung/Yonhap via AP)

    Kim Yo Jong (kanan), adik Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, berjalan dengan Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, saat akadi rumah presiden di Seoul, Korea Selatan, 10 Februari 2018. (Kim Ju-sung/Yonhap via AP)

    TEMPO.CO, Jakarta -Olimpiade Musim Dingin di Korea Selatan yang dibuka Jumat, 8 Februari 2018 difokuskan ke pertemuan bersejarah delegasi Korea Utara dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in. Berikut 4 fakta seru Korea Utara menundukkan dunia melalui Olimpiade Musim Dingin.

    1. Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence yang memimpin delegasi AS menolak duduk berdekatan atau sejajar dengan delegasi Korea Utara. Untuk menunjukkan dirinya duduk dengan sekutunya, Pence dan istrinya kemudian memilih duduk berdekatan dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in,Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe.

    Baca: Kim Jong Un Undang Presiden Korea Selatan Ke Korea Utara

    Namun, Pence tak menyadari persis di belakangnya duduk adik perempuan Kim Jong Un, Kim Yo Jong dan Ketua Delegasi Korea Utara untuk Olimpiade Musim Dingin, Kim Yong Nam, seperti dikutip Chosun Ilbo, 10 Februari 2018.

    Wakil Presiden AS Mike Pence tampak duduk di belakang adik Kim Jong Un, Kim Yo Jong dan Kim Yong Nam, pemimpin delegasi Korea Utara di Olimpiade Musim Dingin 2018 di Korea Selatan.

    Pence juga menegaskan tidak meminta bertemu dengan delegasi Korea Utara. Namun jika pun terjadi, dia menegaskan, sikap AS tetap tegas mengharuskan Korea Utara menghentikan seluruh program senjata nuklirnya dan peluncuran rudal balistik nuklirnya.

    2. Ketika Presiden Korea Selatan Moon Jae-in menyambut gembira kehadiran delegasi Olimpiade Korea Utara, sebaliknya ditunjukkan warga Korea Selatan.

    Warga Korea Selatan marah dan menuding Korea Utara membajak event Olimpiade Musim Dingin di Pyeongchang. Mereka pun menjuluki dengan kasar event olah raga internasional itu sebagai Pyongyang Games.

    Ratusan akun Twitter beberapa hari terakhir menyebut olimpiade itu sebagai Pyongyang2018. Ini reaksi kemarahan warga Korea Selatan yang ditumpahkan melalui media sosial.

    3. Keliru memahami kota Pyeongchang dengan Pyongyang.

    Bagi orang bukan Korea, boleh jadi kerepotan membedakan Pyeongchang di wilayah Korea Selatan dan Pyongyang, ibukota Korea Utara.

    Olimpiade Musim Dingin 2018 yang diadakan di Pyeongchang menimbulkan kebingungan karena ada yang mengira Pyongyang.

    Setidaknya pesan salah paham itu diungkap satu akun Twitter di Washington DC: "Banyak orang salah menggunakan #Pyongyang2018 untuk maksud mentweet #PyeoungChang2018 ini tidak mengagetkan namun menjengkelkan."

    Sebenarnya salah paham ini bukan terjadi pertama kali.Seperti dikutip dari Channel News Asia, Sabtu, 10 Februari 2018, atlit Kenya peraih medali emas terpaksa mendarat tanpa visa di Pyongyang dan interogasi selama lima jam oleh petugas imigrasi dan membayar denda US$ 500.

    Baca: Bendera Korea Utara Berkibar di Langit Korea Selatan

    Sang atlit seharusnya terbang ke Pyeongchang namun ia terbang mengikuti delegasi kenya ke acara konferensi PBB di Peyongchang tahun 2014.

    Jaringan televisi Amerika Serikat, NBC pun keliru menulis nama negara tempat Olimpiade Musim Dingin diadakan. Di judul liputan tertulis dengan huruf besar "Opening Ceremony Tonight" dengan subtitle "PyeongChang, North Kore."

    Jaringan TV AS NBC salah menulis letak Pyeongchang di Korea Utara yang seharusnya di Korea Selatan

    NBC menyebut PyeongChang di Korea Utara, padahal di Korea Selatan. Mengutip Korea Times, Sabtu, 10 Februari 2018, NBC tidak meralat atau memuat permintaan maaf atas kesalahan itu.

    4. Tidak ada pemeriksaan keamanan.Dua pesawat buatan Soviet yang membawa delegasi Korea Utara, Antonov AN-148 dan Ilyushin IL-62, tidak menjalani pemeriksaan keamanan saat mendarat di bandara internasional Incheon pada Jumat sore, 9 Februari 2018.

    Begitu juga ferry Mangyongbong-92 yang membawa tim Orkestra Samjiyon ke provinsi Gangwon awal pekan ini dibebaskan daripemeriksaan.

    PBB bahkan mengizinkan pejabat Korea Utara yang namanya masuk daftar dilarang keluar dari Korea Utara, Choe Hwi, berkunjung ke Korea Selatan menghadiri Olimpiade Musim Dingin.

    Sikap lunak Korea Selatan dan PBB terhadap Korea Utara, mengutip Chosun Ilbu, dinilai mencederai hukum internasional dan membuat tekanan internasional terhadap Korea Utara menjadi lemah untuk mendesak negara tersebut mengakhiri program senjata nuklirnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?