Diaspora India Terbesar Ada di UEA, Triliunan Uang Dihasilkan

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri India Narendra Modi saat berbicara dalam pembukaan World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, 23 Januari 2018. REUTERS

    Perdana Menteri India Narendra Modi saat berbicara dalam pembukaan World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, 23 Januari 2018. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Uni Emirat Arab atau UEA telah menjadi negara tujuan utama pekerja migran India untuk mengais rezeki. Diaspora India terbesar ada di negara ini. 

    Seperti yang dilansiir Gulf News, Laporan Migrasi Internasional 2017 dari International Organization of Migrants (IOM), badan di baway payung PBB, menyebutkan sekitar 3,5 juta orang India tinggal dan bekerja di UEA.  Sebanyak 1.706 penerbangan mingguan beroperasi di antara kedua negara.

    Mayoritas orang India tinggal di tiga kota terbesar di UAE, Abu Dhabi, Dubai dan Sharjah. Kebanyakan warga India yang merantau di UA berasal dari Kerala.

    Baca: India Vs Pakistan: 5000 Bunker Dibangun di Perbatasan Kashmir

    Kebanyakan bekerja di industri perminyakan, keuangan dan industri lainnya. Selain mendukung industri keuangan, manufaktur, dan transportasi, sebagian besar migran  terlibat dalam layanan profesional dan kewiraswastaan.

    Keberadaan diaspora India di UEA telah dimulai sejak lama, saat kedua negara melakukan hubungan dagang selama beberapa dekade. 

    Peningkatan jumlah pekerja migran India di UEA terjadi dalam 3 tahun terakhir, seiring meningkatnya kerja sama antara kedua negara yang didorong oleh kebijakan bisnis Perdana Menteri Narendra Modi.

    Kemudahan mengurus visa untuk saling mengunjungi antar kedua negara juga menjadi faktor utama banyaknya pekerja migran India di UEA.

    Baca:  UAE Penjarakan 13 Orang karena Terorisme dan Spionase

    Dari besarnya jumlah diaspora India di negara Teluk kaya minyak tersebut, telah menyumbangkan devisa bagi India sebesar US$ 13 miliar atau sekitar Rp 176,9 triliun pada tahun 2016.

    Bahkan menurut laporan CNN Money, dari 100 ekspatriat India berhasil dikumpulkan US$ 1 miliar untuk diinvestasikan di India.

    Dan, maskapai UEA, Emirates Airline baru saja mengumumkan kesepakatan dengan negara bagian India Andhra Pradesh untuk membantu mengembangkan sektor penerbangannya.

    Akan ada lebih banyak kesepakatan yang akan dibuat menyusul kunjungan 2 hari Modi ke negara itu, dimulai pada Sabtu, 10 Februari 2018 hingga Minggu, 11 Februari 2018. Sedikitnya 14 kesepakatan baru akan ditandatangani kedua negara.

    Seperti yang dilansir Khaleej Times pada 10 Februari 2018, dalam kunjungan keduanya itu, Modi juga akan meresmikan kuil Hindu pertama di Abu Dhabi.

    Baca: Pewaris Taipan di India Jadi Buruh Miskin? Begini Kisahnya  

    Sejak kunjungan pertama Modi pada 2015, India-UEA telah mencapai kecepatan baru melalui penandatanganan perjanjian kemitraan strategis yang komprehensif.

    Selama masa jabatan Modi, Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan mengunjungi India dua kali, pada bulan Februari 2016 dan Januari 2017.

    Kedua pemerintah tersebut menandatangani 17 perjanjian bilateral pada Januari 2016, dan 14 kesepakatan pada Februari 2017.

    UAE pada tahun ini, menargetkan untuk menginvestasikan US$ 75 miliar Rp 1020,9 triliun untuk pengembangan infrastruktur India.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.