Heboh, Istri Presiden Perancis Jadi Bahan Lelucon Komedian Jerman

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kisah cinta Presiden Prancis Emmanuel Macron paling menyita perhatian. Emmanuel Macron menikah dengan mantan gurunya, Brigitte Trogneux yang lebih tua 25 tahun darinya. Brigitte merupakan guru sastra Prancis di SMA Jesuit tempat Macron belajar. Di luar kelas, Brigitte juga membimbing kelompok teater yang diikuti oleh Macron. Pasangan itu kemudian menikah pada 2007. REUTERS

    Kisah cinta Presiden Prancis Emmanuel Macron paling menyita perhatian. Emmanuel Macron menikah dengan mantan gurunya, Brigitte Trogneux yang lebih tua 25 tahun darinya. Brigitte merupakan guru sastra Prancis di SMA Jesuit tempat Macron belajar. Di luar kelas, Brigitte juga membimbing kelompok teater yang diikuti oleh Macron. Pasangan itu kemudian menikah pada 2007. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Istri Presiden Perancis, Emmanuel Macron, menjadi bahan lelucon dalam sebuah program komedi di televisi Jerman. Banyak penonton mengatakan konten acara itu bersifat seksis dan berlebihan.

    Brigitte Macron, yang berusia 64 tahun, dinobatkan sebagai salah satu maskot Edisi 31 dari acara 'Karnaval Franconia' di kota Bavaria, Veitshoechheim oleh kelompok komedi Altneihauser Feierwehrkapell'n.

    Baca: Putra Mahkota Saudi Mohammed Bakal Kunjungi Inggris, Perancis dan AS

     
     

    Dalam pertunjukannyayang disiarkan televisi Bayerischer Rundfunk (BR), rombongan tersebut menyebut Brigitte sebagai "gubuk tua terpanas" dan "wanita dengan usia kering".

    Baca: Perancis Undang PM Lebanon Hariri agar Datang ke Paris

     
     

    Hal itu disebutkan dengan memparodikan lagu "Pigalle" yang liriknya diubah menjadi "Brigitte, Brigitte, Anda adalah gubuk tua terpanas di tengah Paris."

    Laporan media lokal menyebutkan bahwa beberapa orang penonton tertawa terbahak-bahak.

    Tapi Heinrich Bedford-Strohm, uskup Gereja Protestan di Bavaria yang menjadi tamu acaranya, merasa tidak nyaman. Meski mengakui pertunjukan itu pada umumnya sukses, lelucon tentang istri Macron terlalu berlebihan.

    Sebagian penonton lainnya juga tidak terkesan dan menganggap lelucon itu benar-benar seksis. Beberapa penggemar langsung menulis komentar di situs kelompok itu dengan mengatakan Altneihauser Feierwehrkapell'n menampilkan "lelucon kuno" dan "primitif," "keterlaluan" dan "sangat menghina."

    Yang lain mengatakan meskipun lelucon seperti itu biasa dan sering dinikmati selama acara semacam itu, materi komedi seharusnya tidak menyerang orang secara pribadi.

    "Tujuan karnaval adalah dalam diksi politik untuk menunjukkan penyakit politik dan tidak mencemarkan nama baik orang dalam situasi kehidupan pribadi mereka," kata Dr. Gunther Hirschfelder, seorang profesor studi budaya di Universitas Regensburg.

    Penyiar televisi layanan publik Bayerischer Rundfunk (BR), yang telah menayangkan program ini selama lebih dari 30 tahun, mengatakan tim editorial akan berkoordinasi lebih erat dengan para seniman tahun depan. Namun, ia juga mengatakan kebebasan artistik adalah hak fundamental yang dilindungi.

    "Jika kinerja 'Altinihaus Feierwehrkapell'n' tahun ini terlalu berlebihan dalam persepsi beberapa pemirsa, dan iritasi ini disebabkan oleh bagian-bagian yang sangat menunjuk dan menyindir, kami dengan tegas menyesalkan hal ini," kata direktur redaksi dan wakil ketua studio BR Franken, Norbert Kuber.

    Presiden Asosiasi Karnaval Franconian, Bernhard Schlereth, juga menimpali. "Selalu merupakan tindakan penyeimbang yang sulit antara penyensoran dan kebebasan artistik," katanya, seperti yang dilansir Russia Today pada 8 Februari 2018.

    Rombongan komedi di balik lelucon Brigitte Macron belum berkomentar mengenai kontroversi ini.

    Program 'Karnaval di Franconia' adalah program dari stasiun BR yang paling banyak ditonton. Tahun ini, 4,21 juta orang di Jerman menyetel tv untuk menontonnya.

    Brigitte Macron, yang 24 tahun lebih tua dari suaminya Presiden Perancis sering menjadi subyek lelucon yang menargetkan usianya dan penampilannya. Salah satunya berasal dari mantan Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi, yang dikenal karena kesukaannya pada wanita muda. Pada bulan Mei, dia memanggil Macron sebagai "anak tampan dengan ibu yang cantik."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.