Kim Jong Un Gelar Parade Teknologi Militer, Ancam Imperialisme

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gambar yang diambil dari video yang dirilis oleh KRT pada 8 Februari 2018, Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un bersama istrinya Ri Sol Ju menghadiri sebuah pawai militer di Pyongyang, 8 Februari 2018. Parade tersebut digelar guna memperingati 70 tahun lahirnya angkatan bersenjata rakyat Korea. (KRT via AP Photo)

    Gambar yang diambil dari video yang dirilis oleh KRT pada 8 Februari 2018, Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un bersama istrinya Ri Sol Ju menghadiri sebuah pawai militer di Pyongyang, 8 Februari 2018. Parade tersebut digelar guna memperingati 70 tahun lahirnya angkatan bersenjata rakyat Korea. (KRT via AP Photo)

    TEMPO.CO, Pyongyang -- Pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un, mengatakan kesiapan negaranya menghadapi serangan imperialis dalam sambutannya pada parade teknologi militer di Lapangan Kim Il Sung, Kamis, 8 Februari 2018.

    Kim mengatakan parade teknologi militer ini untuk menunjukkan kepada dunia bahwa negaranya memiliki kemampuan militer kelas dunia.

     Parade militer Korea Utara diadakan saat suhu di Pyongyang minus 11 derajat celsius. [KCTV]

    Baca: Kim Jong Un kirim Adik Bungsu Perempuan ke Korea Selatan, Kenapa?

     

    "Sepanjang imperialisme hadir di Bumi dan kebijakan permusuhan Amerika terhadap Korea Utara berlanjut, misi tentara rakyat Korea untuk menjadi pedang kuat melindungi negara, bangsa dan perdamaian tidak bakal berubah," kata Kim dalam pidatonya dari balkon di Lapangan Kim Il Sung seperti dilaporkan CNN pada Kamis, 8 Februari 2018.

    Baca: Wapres Amerika Pence: Sanksi Ekonomi Terkeras untuk Kim Jong Un

     

    Kim tiba di lokasi bersama istri Ri Sol Ju dengan mengendarai mobil limousine. Keduanya mengenakan jas musim dingin berwarna hitam. Kim memakai topi fedora dengan warna senada.

    "Kemenangan final berada di partai kita dan rakyat yang memegang senjata untuk revolusi," kata Kim.

    Parade militer Korea Utara di Lapangan Kim Il Sung pada 8 Februari 2018, Seoul, Korea Utara.

    Seusai pidato Kim, parade produk senjata buatan Korea Utara dimulai. Baris demi baris tentara berjalan rapi di depan panggung yang ditempati Kim dan para pejabat pemerintahan.

    Parade ini juga menunjukkan rudal balistik antarbenua, yang dibawa truk peluncurnya seperti Hwasong 14 dan 15. Rudal seperti ini bisa membawa hulu ledak nuklir dan menghancurkan kota.

    "Ini merupakan parade militer untuk sistem senjata yang sudah mereka uji coba," kata Dave Schmerler, seorang peneliti di Institute Middlebury untuk Pusat Studi Internasional mengenai Nonproliferasi Nuklir.

    Kantor berita Yonhap dari Korea Selatan melaporkan ada 50 ribu warga dimobilisasi untuk meramaikan parade militer ini. Sekitar 13 ribu pasukan disiapkan untuk berbaris dengan berbagai formasi selama acara berlangsung.

    Parade ini dimulai pada pukul sepuluh pagi waktu setempat.
    Pemerintah Korea Utara tidak mengundang media internasional untuk meliput acara ini. Namun, media resmi Korea Utara menayangkan rekaman acara ini setelah usai pada Kamis.

    Secara terpisah, Wakil Presiden Amerika Serikat, Mike Pence, yang mengunjungi Tokyo, Jepang, lalu Seoul, Korea Selatan, mengatakan negaranya tidak akan mengendurkan tekanan terhadap rezim Kim Jong Un di Korea Utara. Amerika tidak akan merima kehadiran negara nuklir Korea Utara. Saat ini, pemerintah Amerika sedang menyiapkan sanksi ekonomi terkeras, yang pernah dialami rezim Korea Utara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.