Bicarakan Suriah, Turki dan Rusia Sepakat Bertemu di Istanbul

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • IPresiden Iran Hassan Rouhani (kiri), Presiden Rusia Vladimir Putin (tengah) dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. [http://aa.com.tr]

    IPresiden Iran Hassan Rouhani (kiri), Presiden Rusia Vladimir Putin (tengah) dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. [http://aa.com.tr]

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemimpin Turki dan Rusia, Kamis, 8 Februari 2018, sepakat mengajak Iran bertemu di Istanbul guna membicarakan masalah Suriah seusai pertemuan di Sochi pada tahun lalu.

    Sumber di Istana Presiden tidak menyebutkan tanggal pasti pelaksanaan pertemuan tingkat tinggi tersebut.

    Baca: Turki Minta Izin Rusia Gunakan Langit Afrin Gempur Pasukan Kurdi

    Pasukan Turki dan Tentara Pembebasan Suriah (FSA) membersihkan satu desa lagi dari kelompok teroris PYD/PKK pada 01 Februari 2018 kemarin selama operasi kontra-terorisme di Afrin, Suriah, demikian sumber keamanan Turki mengatakan kepada Anadolu Agency. ANADOLU AGENCY

    "Presiden Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin berdiskusi soal Suriah, khususnya masalah di Afrin dan Idlib melalui saluran telepon," kata sumber di Istana yang tak bersedia disebutkan namanya.

    Kantor berita Anadolu mengatakan, dalam pembicaraan tersebut, Erdogan juga berbagi informasi mengenai Operasi Ranting Zaitun yang dilancarkan pada 20 Januari 2018 untuk membersihkan Kurdi PYD/PKK dan ISIS dari Afrin, utara Suriah.
    Presiden Rusia, Vladimir Putin saat mengucapkan terima kasih pada Presiden Turkmenistan, Gurbanguly Berdimuhamedov dalam pertemuan di Sochi, Rusia, 11 Oktober 2017. Presiden Turkemnistan memberikan hadiah seekor anjing pada Putin. REUTERS/Maxim Shemetov

    "Kedua pemimpin sepakat membentuk zona titik aman di Idlib," tulis Anadolu.

    Baca: Turki Ancam Gelar Perang ke Perbatasan Suriah, AS Bilang Ini

    Pada 22 November 2017, Erdogan, Putin, dan Presiden Iran Hassan Rouhani bertemu di Kota Sochi, Laut Hitam, Rusia, untuk mendiskusikan perkembangan kesepakatan yang dibuat di Astana, Kazakstan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.