Minggu, 21 Oktober 2018

Partai Afrika Selatan ANC Rapat Rabu, Bakal Copot Presiden Zuma?

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma didampingi Megawati Soekarnoputri, calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan calon Wakil Gubernur DKI Jakarta nonaktif Djarot Saiful Hidayat memberikan keterangan pers usai melakukan pertemuan di Jakarta, 8 Maret 2017. ANTARA FOTO

    Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma didampingi Megawati Soekarnoputri, calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan calon Wakil Gubernur DKI Jakarta nonaktif Djarot Saiful Hidayat memberikan keterangan pers usai melakukan pertemuan di Jakarta, 8 Maret 2017. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai berkuasa di Afrika Selatan, African National Congress, bakal menggelar pertemuan khusus yang melibatkan jajaran pimpinan eksekutif pada Rabu, 7 Februari 2018, menyusul menguatnya tekanan kepada Presiden Jacob Zuma untuk mengundurkan diri.

    Dua tokoh senior ANC, yang identitasnya enggan ditulis, mengatakan rapat ini akan melakukan voting untuk menurunkan Zuma.

    Petugas keamanan berusaha mengeluarkan anggota Pejuang Kebebasan Ekonomi saat Presiden Jacob Zuma memberikan pidato kenegaraaan saat berada di parlemen di Cape Town, Afrika Selatan, 9 Februari 2017. Presiden Jacob Zuma sudah memberikan bantahan terhadap tuduhan yang diberikan kepadanya yang terlibat dalam beberapa skandal. REUTERS/Sumaya Hisham

    Baca: Dituding Korupsi, Presiden Afrika Selatan Zuma Didesak Mundur

     

    "Itu akan tergantung pada perimbangan argumentasi di dalam ruang rapat. Pertemuan pimpinan eksekutif itu akan membahas mengenai penurunan Zuma tapi belum jelas apakah kami akan sampai kepada keputusan itu," kata salah satu sumber itu seperti dilansir Reuters, Selasa, 6 Februari 2018.

    Baca: Presiden Jacob Zuma Batal Hadir di Peringatan 60 Tahun KAA

     
     

    Zuma, 75 tahun, dituding terlibat dalam berbagai skandal praktek korupsi yang telah berlangsung puluhan tahun dan diminta mengundurkan diri oleh elit ANC pada Ahad, 4 Februari 2018 lalu di rumah dinasnya.

    Ratusan warga asing dari Malawi mengantri untuk menaiki bus dari kamp akibat terkena dampak kekerasan anti-imigran di Durban, Afrika Selatan, 18 April 2015. Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma, menghadapi gelombang kekerasan anti-imigran yang berjanji perdamaian bagi mereka. REUTERS/Rogan Ward

    Para petinggi ANC ini akan membahas nasib Zuma, yang dijadwalkan akan melakukan pidato kenegaraan pada Kamis waktu setempat. Menurut Reuters, sebagian petinggi ANC menginginkan Zuma telah mengundurkan diri sebelum jadwal pidato itu.

    Menurut juru bicara ANC, Khusel Diko, pertemuan pimpinan eksekutif partai pada Rabu tidak terkait dengan masa kepemimpinan Zuma. "Tidak ada agenda pembahasan penurunan Zuma dari jabatan Presiden," kata Diko.

    Seperti diberitakan Reuters, enam top pimpinan ANC menemui Zuma di rumah dinasnya di Pretoria. Saat itu, para tokoh termasuk Cyril Ramaphosa, yang merupakan wakil Presiden, meminta Zuma untuk mengundurkan diri. Pimpinan eksekutif ini telah berkuasa sejak 1994 dan memiliki kewenangan untuk memaksa Zuma mengundurkan diri.

    Zuma dikabarkan menolak mengundurkan diri karena merasa tidak melakukan pelanggaran terhadap konstitusi negara. Dia juga mengatakan telah mengembalikan uang yang diduga dikorupsinya dalam pengadaan barang pemerintah.

    Sekelompok pendukung Zuma melakukan unju rasa pada Senin di kantor pusat ANC di Johanessburg, Luthuli House, untuk mendukung Zuma.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.