Jerman Tuding Korea Utara Coba Dapatkan Teknologi Nuklir

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Amerika Serikat juga memiliki rudal balistik yang diluncurkan dari kapal selam atau Submarine Launched Ballistic Missile (SLBM) Trident II. SLBM Trident II 5D mampu membawa 12 kelapa nuklir independen (MIRV), dan masing-masing MIRV berkekuatan 100-120 kilo ton. conservativetribune.com

    Amerika Serikat juga memiliki rudal balistik yang diluncurkan dari kapal selam atau Submarine Launched Ballistic Missile (SLBM) Trident II. SLBM Trident II 5D mampu membawa 12 kelapa nuklir independen (MIRV), dan masing-masing MIRV berkekuatan 100-120 kilo ton. conservativetribune.com

    TEMPO.CO, Bonn- Kepala badan intelijen Jerman (BfV) mengatakan Korea Utara telah menggunakan kedutaan besarnya di Berlin untuk mendapatkan peralatan dan teknologi untuk program pengembangan rudal balistik dan nuklirnya.

    Ketika mengungkapkan ini dalam sebuah acara TV Jerman, Hans-Georg Maassen tidak menyebutkan jenis teknologi yang diperoleh jaringan Korea Utara. Namun dia mengatakan teknologi itu bisa digunakan untuk kepentingan sipil dan militer, termasuk pengembangan rudal dan nuklir.

    Ini kantor kedubes Korea Utara di Berlin, Jerman. Reuters

    Baca: Amerika Luncurkan Senjata Nuklir Baru Saingi Rusia--Korea Utara

     
     

    "Kami meyakini kegiatan pengadaan telah dilakukan dari sana yang, menurut pandangan kami, dilakukan dengan maksud untuk program rudal dan kadang-kadang juga untuk program nuklir," kata Maasen, seperti yang dilansir Reuters pada Ahad, 4 Februari 2018 waktu setempat.

    Baca: Korea Utara Vs Amerika: Trump Harap Olimpiade Berdampak Positif

     
     

    Maassen menambahkan pihak berwenang Jerman segera bertindak untuk mencegah kegiatan semacam itu segera setelah mereka mengetahuinya. Namun dia tidak dapat menjamin pihak berwenang dapat mendeteksi atau mencegahnya 100 persen.

    Menurut laporan Guardian pada Ahad, 4 Februari 2018, BfV  memperoleh petunjuk tentang pengadaan teknologi rudal dan nuklir itu pada 2016 dan 2017. Dan, sebelumnya pada 2014, didapati seorang diplomat Korea Utara berusaha mendapatkan peralatan yang digunakan dalam pengembangan senjata kimia.

    Tuduhan Jerman ini terjadi setelah publikasi pada akhir pekan lalu oleh PBB bahwa Korea Utara melangggar sanksi dengan mengekspor batubara, besi, baja dan komoditas terlarang lainnya, menghasilkan pendapatan hampir US$ 200 juta atau Rp 2,6 triliun sepanjang tahun lalu.

    Sebuah panel pakar PBB juga menemukan bukti adanya kerja sama militer oleh Korea Utara untuk mengembangkan program senjata kimia Suriah dan memberikan rudal balistik kepada Myanmar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.