Pundi Uang Kim Jong Un di 14 Negara Afrika

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Patung perunggu Pendiri Negara Mozambik, Samora Machel. [CNN]

    Patung perunggu Pendiri Negara Mozambik, Samora Machel. [CNN]

    TEMPO.CO, Jakarta - Kim Jong Un menjalin bisnis dengan 14 negara Afrika dan mengabaikan sanksi Dewan Keamaan PBB  demi mengisi pundi-pundi uangnya guna melanjutkan program senjata nuklirnya. 

    Berikut 14 negara Afrika yang menjadi sekutu dekat Korea Utara atau North Korea's Africa Connections:

    1. Mozambik, Korea Utara mendapatkan dana segar dari bisnis perikanan dan senjata dari negara di benua Afrika ini. Korea Utara dan Mozambik sepakat membangun bisnis perikanan dengan sistem joint venture. Kerja sama ini dituangkan dalam kontrak kerja sama yang nilainya mencapai jutaan dolar AS.

    CNN yang melakukan liputan khusus menemukan situs rahasia tentang perusahaan joint venture tersebut, kerja sama militer dan kesepakatan untuk melakukan pelatihan kepada pasukan elit antara Korea Utara dan Mozambik.

    Uang yang dihasilkan dari kerja sama itu kemudian disalurkan ke para diplomat Korea Utara di wilayah itu untuk kemudian dibawa ke Pyongyang. Para pejabat AS yang sudah lama memantau mengatakan, uang yang masuk dari bisnis ini akan langsung masuk ke lembaga pendanaan Kim Jong Un yang dikenal sebagai Kantor 39.

    Dana hasil kerja sama bisnis ikan dan senjata militer dengan Mozambik, dipakai Kim Jong Un untuk membiayai program pembangunan program senjata nuklir dan rudal balistik.

    Tahun 2015 misalnya, pejabat Mozambik mengundang sejumlah teknisi militer Korea Utara. Padahal tahun itu Dewan Keamanan PBB telah menjatuhkan sanksi kepada Korea Utara dan meminta semua anggota PBB mematuhinya untuk tidak melakukan kerja sama militer dengan Korea Utara.

    Dua pejabat militer Mozambik mengungkapkan, Korea Utara telah memberikan pelatihan kepada pasukan elit Mozambik di Maputo dalam dua tahun terakhir.

    Baca: 

    Kim Jong Un Mulai Kehabisan Uang, Kok Bisa?

    Tim PBB: Korea Utara Langgar Sanksi Senilai Rp 2,7 Triliun

    Ketua investigasi Panel Ahli PBB, Hugh Griffiths mendata ada sejumlah aktivitas militer antara Korea Utara dan Mozambik yang semuanya itu telah dilarang sejak 2006.

    "Rudal udara, peluru kendali darat ke udara, radar militer, sistem pertahanan udara, dan perbaikan tank, datanya panjang," kata Griffiths.

    Kerja sama militer ini Mozambik-Korea Utara ini senilai sedikitnya US$ 6 juta atau setara dengan Rp 81 miliar. 

    Haegeumgang merupakan perusahaan yang menjalankan bisnis Korea Utara di jalan Mao Tse-tung, Maputo, Mozambik.

    Namun sekitar 3-4 bulan lalu, perusahaan yang beralamat di Maputo telah tak beroperasi karena ketiadaan uang untuk membayar sewa kantornya.

    Korea Utara dan Mozambik telah melanggar sanksi yang diberlakukan oleh PBB. Namun, Korea Utara sepertinya cuek saja.

    Mozambik menolak menanggapi kerja sama bisnis tersebut. Namun Kementerian Luar Negeri Mozambik mengatakan pemerintahnya menerapkan sanksi PBB terhadap Korea Utara.

    "Saat ini, kami menerapkan semua sanksi yang diumumkan PBB terhadap Korea Utara," kata Alvaro O'da Silva, Direktur di Kementerian Luar Negeri Mozambik.

    Namun, ia mengatakan tidak memiliki informasi rinci tentang sanksi tersebut.

    Mozambik merupakan sekutu dekat Korea Utara sejak zaman Uni Soviet. Bukti kedekatan kedua negara ada di tengah kota, berupa patung perunggu presiden dan pendiri negara Mozambik, Samora Machel.

    Selain itu, negara ini menghormati pendiri Korea Utara dengan memberi nama salah satu jalan utamanya dengan nama pendiri Korea Utara yang juga kakek Kim Jong Un, Kim Il Sung.

    Foto Pahlawan Namibia, Acres, yang dibuat oleh Korea Utara

    2. Namibia 

    Simbol kedekatan Korea Utara dan Namibia tergambar dari patung pendiri negara itu, Sam Nujoma yang memegang konstitusi di depan Museum Nasional. Korea Utara juga baru-baru ini membangun istana kepresidenan dengan seekor elang raksasa di atas tumpuan berada di luar istana. 

    Perusahaan tambang Korea Utara, Korea Mining Develepment Trading Corporation atau KOMID  dilaporkan menjalankan bisnis dengan Namibia. AS menduga perusahaan ini juga menjadi pemasok senjata. KOMID sendiri sudah dikenai sanksi oleh PBB sejak tahun 2009. 

    CNN juga menemukan gudang milik Korea Utara di Namibia. Kompleks gudang itu tertutup rapat dan mendapat penjagaan ketat termasuk CCTV. Di luar pagar di satu sisi kompleks gudang, terdapat patung seekor singa  ukuran besar. 

    Johan Karstens, manajer di satu pabrik di dekat gudang milik Korea Utara itu menuturkan ke CNN, dia sering datang pagi-pagi untuk melihat apa yang terjadi di sana. Namun tidak menemukan siapa-siapa untuk diajak bicara.
     
    "Hanya laki-laku di kompleks itu ,tinggal dan bekerja. Mereka menjalankan truk-truk mereka dengan cepat, tapi tidak pernah bersantai di luar," kata Karstens. 

    3. Menurut data Panel Ahli PBB untuk Korea Utara, selain Mozambik dan Namibia, ada 12 negara Afrika lainnya yang menjadi jaringan bisnis Korea Utara, yakni Angola, Benin, Bostwana, Republik Kongo, Demokrat Republik Kongo, Ekuator Guinea, Ethiopia, Madagaskar, Mali, Senegal, dan Zimbabwe. 

    4. Mansudae, perusahaan konstruksi Korea Utara memiliki jaringan bisnis di 14 negara Afrika ini. Mansudae menjalankan bisnis konstruksi seperti membangun pabrik senjata, istana presiden, monumen sejarah, hingga apartemen. Namun, PBB telah memasukkan Mansudae dalam daftar sanksi untuk tidak menjalankan bisnisnya sebagai hukuman terhadap Korea Utara dan Kim Jong Un yang menolak menghentikan program senjata nuklirnya. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.