Kode Rahasia Raja Spanyol Berusia 5 Abad Dipecahkan, Ini Isinya

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Intelijen Spanyol Pecahkan Kode Rahasia Raja Ferdinand II Berusia 500 Tahun

    Intelijen Spanyol Pecahkan Kode Rahasia Raja Ferdinand II Berusia 500 Tahun

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah kode rahasia yang digunakan oleh raja Spanyol, Ferdinand II dari Aragon 500 tahun yang lalu akhirnya berhasil dipecahkan oleh badan intelijen Spanyol.

    Sistem pengkodean itu berisi lebih dari 200 karakter khusus dan digunakan oleh raja untuk berkomunikasi dengan komandan militernya, Gonzalo Fernández de Córdoba. Cordoba yang juga dikenal sebagai Kapten Agung tengah berada di Kerajaan Napoli, Italia untuk bertempur dengan Prancis memperebutkan Laut Tengah atau Mediterania.

    Baca: Dewan Kota Catalonia Usir Raja Spanyol dan Keluarganya

    Tidak ada yang bisa menguraikan huruf-huruf itu selama berabad-abad, karena meja substitusi yang digunakan raja untuk membuat kode itu tidak tersimpan.

    Namun, ketika Museum Angkatan Darat di Toledo menampilkan surat-suratnya pada tahun 2015, para ahli dari Pusat Intelijen Nasional Spanyol (CNI) diminta untuk membantu memecahkan kode tersebut.

    Museum tersebut memberikan kepada CNI  dua  surat yang berisi kode tersebut yang ditulis pada tahun 1502 dan 1506.

    Dalam surat-surat spesialis CNI menemukan perintah, ancaman dan instruksi untuk tindakan militer. Rincian yang diuraikan dalam surat-surat tersebut berkisar dari instruksi mengenai penyebaran pasukan serta peringatan kepada Kapten Agung karena tidak berkonsultasi dengan raja sebelum meluncurkan prakarsa diplomatik.

    Pada awal abad ke-16, diperlukan waktu 15 hari untuk surat-surat dari Spanyol tersebut dapat sampai ke Italia tenggara tempat komandan berada. Penggunaan kode rahasia itu didorong oleh kebutuhan untuk melindungi isinya agar tidak ditemukan jika pembawa pesan dicegat musuh dalam perjalanan.

    Baca: Raja Spanyol Tuding Pemimpin Catalonia Hama Demokrasi

    Seperti yang dilansir Independent pada 4 Februari 2018, secara total, 88 simbol yang berbeda dan 237 huruf gabungan digunakan untuk menciptakan kode kepada Kapten Agung.

    Untuk semakin memperumit agar sulit dibaca musuh, simbol yang digunakan dalam huruf ditulis tanpa memisahkan kata dan huruf.

    Penemuan tersebut digambarkan oleh media besar nasional Spanyol, ABC sebagai salah satu pengungkapan misteri besar dalam sejarah negara itu.

    Surat terenkripsi adalah sistem yang umum di sekitar abad 15 hingga, namun para ahli yang memecahkan kode tersebut menggambarkan kode Ferdinand II ini sebagai sesuatu yang dipikirkan dengan sangat baik.

    Kode tersebut adalah pendahulu dari apa yang disebut "Vigenère Cipher", namun merupakan bentuk lanjutan yang tidak banyak digunakan sampai abad ke-17.

    Baca: Ditolak Spanyol, Catalonia Tetap Deklarasikan Kemerdekaan

    Ferdinand II adalah raja di balik kekalahan terakhir bangsa Moor di Spanyol pada tahun 1492, sekaligus sebagai penyokong ekspedisi Christopher Columbus dalam penemuan New World-nya.

    Selama pertempuran di Italia, di mana Gonzalo de Córdoba menerima pesan rahasia tersebut, Spanyol sedang berjuang melawan Prancis untuk menguasai Laut Tengah atau Mediterania.

    Pada awal abad ke-16, Spanyol dan Prancis bertempur untuk menguasai Laut Tengah. Antara 1499 dan 1504, pertarungan berpusat di Kerajaan Napoli. Spanyol merebut kendali Napoli dari Prancis pada tahun 1504 dan memerintah sampai 1647.

    Dengan pengetahuan yang didapat oleh CNI, sejarawan Spanyol sekarang dapat mengungkap kode yang digunakan dalam sisa surat yang ditulis oleh raja Ferdinand II.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.