7 Tentaranya Tewas, Turki Bersumpah Habisi Kurdi di Suriah

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Turki memobilisasi ribuan milisi FSA dari Provinsi Hatay menuju timur Afrin, Suriah. [AP]

    Turki memobilisasi ribuan milisi FSA dari Provinsi Hatay menuju timur Afrin, Suriah. [AP]

    TEMPO.CO, Jakarta - Turki bersumpah akan menghabisi milisi Kurdi YPG/PKK yang ada di Afrin, utara Suriah, menyusul tewasnya tujuh serdadu mereka dalam Operasi Ranting Zaitun yang digelar sejak 20 Januari 2018.

    Menurut Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu kepada Al Jazeera, serangan yang mereka lancarkan di perbatasan Suriah itu untuk menumpas milisi Kurdi karena menjadi ancaman serius negaranya.

    Baca: Operasi Afrin, Sedikitnya 823 Kurdi Diringkus Turki

    Tank militer Turki melakukan serangan pada militan Kurdi di perbatasan Turki-Suriah di Hatay, 19 Januari 2018. (Nuri Pir/IHA via AP)

    "Ada sekelompok teroris Kurdi YGP/PKK di kawasan Afrin, Suriah. Mereka menembakkan roket ke Turki, hal itu menjadi ancaman serius bagi keamanan dan perbatasan kami," kata Cavusoglu.

    Al Jazeera melaporkan pada, Sabtu, 3 Februari 2018, menyebutkan, tujuh anggota militer Turki tewas dalam sebuah operasi dekat Kota Afrin. "Milisi Kurdi mengontrol beberapa kantong di sebelah barat daya Suriah," tulis Al Jazeera.Warga berlarian setelah terjadi ledakan bom di di Diyarbakir, Turki, 4 November 2016. Ledakan bom mobil ini diduga dilancarkan militan Kurdi. REUTERS/Sertac Kayar

    Turki menganggap Kurdi YPG sebagai sebuah organisasi teroris dan menetapkan Partai Pekerja Kurdi PKK organisasi terlarang.

    Baca: Turki Menyita Senjata Antirudal Kurdi di Afrin

    Kurdi PKK telah bertempur melawan pemerintah Turki selama lebih dari satu dekade yang mengakibatkan lebih dari 40 ribu orang tewas. Turki merencanakan menciptakan zona aman seluas 30 kilometer di dekat selatan perbatasan sekaligus untuk menghadang Kurdi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?