Turki: Kami Menggempur Kurdi, Mereka Mengancam Keamanan

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasukan Turki dan Tentara Pembebasan Suriah (FSA) membersihkan satu desa lagi dari kelompok teroris PYD/PKK pada 01 Februari 2018 kemarin selama operasi kontra-terorisme di Afrin, Suriah, demikian sumber keamanan Turki mengatakan kepada Anadolu Agency. ANADOLU AGENCY

    Pasukan Turki dan Tentara Pembebasan Suriah (FSA) membersihkan satu desa lagi dari kelompok teroris PYD/PKK pada 01 Februari 2018 kemarin selama operasi kontra-terorisme di Afrin, Suriah, demikian sumber keamanan Turki mengatakan kepada Anadolu Agency. ANADOLU AGENCY

    TEMPO.CO, Jakarta - Turki berdalih bahwa mereka harus menggempur Kurdi YPG/PKK yang ada di perbatasan Suriah karena menjadi ancaman serius.

    Gempuran Turki dilancarkan pada 20 Januari 2018 dengan sandi Operasi Ranting Zaitun tersebut, menurut Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu kepada Al Jazeera, untuk menghilangkan ancaman keamanan dalam negeri.

    Baca: Demi Kurdi, Pasukan Amerika Serikat vs Turki Perang di Suriah

    Pejuang Suriah yang didukung Turki menembakkan mortir ke gunung Barsaya, timur laut Afrin, Suriah, 28 Januari 2018. REUTERS/Khalil Ashawi

    "Ada sekelompok teroris Kurdi YGP/PKK di kawasan Afrin, Suriah. Mereka menembakkan roket ke Turki, hal itu menjadi ancaman serius bagi keamanan dan perbatasan kami," kata Cavusoglu.

    "Kami memperingatkan mereka. Kami memperingatkan negara-negara yang terlibat dengan mereka. Namun demikian, mereka tetap melecehkan kami. Oleh karena itu, kami melancarkan operasi militer ini."

    Ketika ditanya mengenai bantuan senjata Amerika serikat untuk Kurdi, Cavusoglu mengatakan, "Senjata yang dimiliki Kurdi adalah pasokan Amerika Serikat."

    "Kami telah meminta Amerika Serikat untuk tidak memberikan senjata kepada mereka, namun tetap dilakukan. Kami meminta menghentikannya dan Presiden Trump berjanji kepada Presiden Erdogan bahwa mereka akan menghentikan pengiriman senjata kepada Kurdi. Dalam percakapan melalui telepon antara kedua pemimpin, Presiden Trump mengatakan kepada Presiden Erdogan bahwa mereka menghentikan pengiriman senjata untuk organisasi Kurdi."Tentara Kurdi dari People's Protection Units (YPG) berbincang dengan tentara AS yang tengah berpatroli di kawasan perbatasan antara Turki dan Suriah di Darbasiya, Suriah, 29 April 2017. REUTERS/Rodi Said

    Meskipun demikian, Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat menyatakan masih mempertimbangkan Kurdi YPG sebagai sekutu yang sanggup bertempur melawan ISIS di Suriah.

    Baca: Didesak Turki, Amerika Serikat Tolak Tarik Pasukan dari Manbij

    "Itu standar ganda, terutama dalam perang melawan terorisme. Kami melihat standar ganda ini di mana-mana. Amerika Serikat memerangi semua jenis organisasi teroris di dunia, namun di Suriah, mereka berkolaborasi dengan sebuah organisasi teroris," kata Menteri Luar Negeri Turki di kepada Al Jazeera.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Beda Kerusuhan Mei 2019 dengan Kengerian di Ibu Kota 1998

    Kerusuhan di Jakarta pada bulan Mei terjadi lagi, namun kejadian di 2019 berbeda dengan 1998. Simak kengerian di ibu kota pada akhir Orde Baru itu.