Bayi Triplet Palestina Diberi Nama Al Quds, Filistin, dan Asima

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kubah Dome of the Rock di kompleks Masjidil Aqsa, Jerusalem, 25 Juli 2017. Israel akhirnya membongkar pedeteksi logam yang dipasang di Masjidil Aqsa. AP/Oded Balilty

    Kubah Dome of the Rock di kompleks Masjidil Aqsa, Jerusalem, 25 Juli 2017. Israel akhirnya membongkar pedeteksi logam yang dipasang di Masjidil Aqsa. AP/Oded Balilty

    TEMPO.CO, Jalur Gaza - Pasangan muda Palestina memiliki tiga bayi kembar mengabadikan nama Kota Jerusalem dalam bahasa Arab sebagai nama ketiga anaknya, yang terdiri dari dua bayi lelaki dan satu bayi perempuan.

    Pasangan ini bernama Nidal dan Islam al-Siqli seperti dilaporkan media Turki, TRT, dan diterjemahkan oleh lembaga nonprofit MEMRI, yang menerjemahkan berita ini pada Ahad, 4 Februari 2018.

    Baca: Polisi Gaza Larang Perempuan Palestina Masuki Stadion Bola

     
     

    Kedua orang tua muda ini menamakan kedua bayi lelakinya Al Quds, yang berarti Jerusalem dalam bahasa Arab, dan Filistin, yang berarti Palestina. Untuk bayi perempuan, mereka menamainya Asima atau berarti ibu kota dalam bahasa Arab.

    Baca: Belgia Donasi Rp 309 Miliar Buat Palestina Pasca AS Cukur Dana

     
     

    “Saya memilih nama anak-anak saya untuk menekankan karakter Kota Jerusalem dari sisi Palestina, Arab dan Muslim,” kata al-Siqli seperti dikutip media Turki, Anadolu.

    Pasangan ini telah memiliki seorang putri, yang mereka namai Dalal, yang merupakan nama salah satu tokoh Palestina.

    Isu Kota Jerusalem sebagai ibu kota Israel dan Palestina kembali mencuat saat Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan kota itu sebagai ibu kota Israel pada Desember 2017.

    Tindakan sepihak ini ditolak oleh Sidang Umum Istimewa Perserikatan Bangsa-Bangsa, Uni Eropa, dan Organisasi Kerjasama Islam. Palestina meminta Kota Jerusalem Timur sebagai ibu kota masa depan Palestina.

    Saat ini, proses lobi dari kedua belah pihak masih berlanjut. Wakil Presiden AS, Mike Pence, mengatakan negaranya bakal memindahkan kantor kedutaan besar ke Kota Jerusalem pada akhir 2019. 

    Sedangkan Paus Fransiskus meminta status quo Kota Jerusalem sebagai kota internasional didukung semua pihak. Dia meminta Israel dan Palestina untuk melanjutkan proses negosiasi untuk mencapai perdamaian dan solusi dua negara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.