Amerika Serikat Tuding Suriah Gunakan Senjata Kimia di Ghouta

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pangkalan udara Shayrat di Suriah, setelah dihantam rudal jelajah Tomahawk, 7 April 2017. Amerika melakukan serangan setelah menuduh pesawat tempur Suriah menggunakan senjata kimia saat menggempur wilayah yang dikuasai pemberontak. DigitalGlobe via AP

    Pangkalan udara Shayrat di Suriah, setelah dihantam rudal jelajah Tomahawk, 7 April 2017. Amerika melakukan serangan setelah menuduh pesawat tempur Suriah menggunakan senjata kimia saat menggempur wilayah yang dikuasai pemberontak. DigitalGlobe via AP

    TEMPO.CO, Jakarta - Amerika Serikat menuding pemerintah Suriah menggunakan senjata kimia untuk berperang melawan rakyatnya di Ghouta Timur.

    Juru bicara Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat, Heather Nauert, mengatakan, Kamis, 1 Februari 2018, pemakaian gas klorine untuk melawan warga sipil di Ghouta Timur sangat memprihatinkan.

    Baca: Amerika Tuding Rusia Terlibat Serangan Kimia Suriah

    Sebuah video menangkap serangan militer Rusia dengan menggunakan senjata kimia fosfor putih atau dikenal dengan WP untuk menyerang militan ISIS di Suriah. Menurut konferensi di Jenewa senjata kimia fosfor putih dilarang digunakan karena sangat beracun dan dapat membakar daging dan tulang. dailymail.co.uk

    "Rusia membuat pilihan salah karena tidak menggunakan pengaruhnya. Negeri itu mengizinkan rezim Suriah menggunakan senjata kimia melawan rakyatnya sendiri. Kami akan mengejar penanggung jawab aksi tersebut," katanya melalui cuitan di Twitter, sebagaimana dilaporkan Al Jazeera, Jumat, 2 Februari 2018.

    Rusia adalah sekutu dekat Suriah dan sebelumnya menolak investigasi atas dugaan penggunaan senjata kimia di sana.

    Baca: Suriah dan ISIS Terbukti Gunakan Senjata Kimia

    Petugas medis Suriah melakukan latihan bagaimana memberikan pertolongan pada korban serangan kimia di Gaziantep, Turki, 20 Juli 2017. Pelatihan yang diselenggarakan oleh Organisasi Kesehatan Dunia dimaksudkan untuk mempersiapkan tenaga medis Suriah menghadapi serangan senjata kimia. REUTERS/Murad Sezer

    Pernyataan Nauert itu disampaikan menyusul dugaan terjadi serangan dengan senjata kimia di teritorial pemberontak Ghouta Timur, daerah di luar Damaskus, ibu kota Suriah, pada Kamis, 1 Februari 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.