Terlambat Hadiri Rapat, Menteri Pembangunan Inggris Mundur

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pembangunan Internasional Inggris, Michael Bates, mengundurkan diri lantaran terlambat menghadiri sidang parlemen. [CNN]

    Menteri Pembangunan Internasional Inggris, Michael Bates, mengundurkan diri lantaran terlambat menghadiri sidang parlemen. [CNN]

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pembangunan Internasional Inggris, Michael Bates mengundurkan diri setelah terlambat beberapa menit dalam rapat parlemen atau House of Lords.

    Seperti yang dilansir Washington Post pada 1 Februari 2018, Bates mengatakan dirinya gagal di pemerintahan karena terlambat datang.

    Baca: Menteri Kesehatan Mundur Setelah Dikritik Trump Pakai Jet Pribadi

    "Saya sangat malu karena saya tidak berada di tempat yang tepat pada saat saya dibutuhkan,  jadi saya akan menyerahkan surat pengunduran diri langsung kepada Perdana Menteri," kata Bates.

    Bates lalu buru-buru mengemasi barang-barang pribadinya dan keluar dari parlemen.

    Tindakan langsung Bates mengejutkan teman partai konservatif dan oposisi. Dalam sebuah rekaman, beberapa anggota parlemen lainnya berteriak 'Jangan!' ketika Bates menyuarakan keinginannya untuk mengundurkan diri.

    Baca: Dua Menteri Perempuan Jepang Mengundurkan Diri  

    Dalam insiden tersebut, Bates mestinya tiba di parlemen pada jam 3 sore untuk menjawab pertanyaan yang terjadwal mengenai ketidaksetaraan pendapatan. Namun ia terlambat beberapa menit.

    Karena penundaan beberapa menit, anggota parlemen lain, John Taylor, harus menjawab pertanyaan itu.

    Namun, juru bicara perdana menteri Theresa May mengatakan pengunduran diri Bates ditolak karena menganggap itu hanya pelanggaran kecil.

    Baca: Menteri Luar Negeri Australia Mengundurkan Diri  

    Bates, yang merupakan anggota parlemen Inggris untuk Langbaurgh dari tahun 1992 sampai 1997, mengadakan serangkaian peran menteri junior sejak memasuki House of Lords. Pada tahun 2016 dia sempat mengundurkan diri dari pemerintahan untuk mengambil cuti guna melakukan kegiatan amal di Amerika Selatan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.