Ini Para Tokoh Oposisi Presiden Mesir yang Ditahan

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang wisatawan asing berselfie bersama dengan Presiden Mesir, Abdel Fattah al-Sisi saat tiba di resor Laut Merah di kota Sharm al-Sheikh, Mesir, 11 November 2015. Pemerintah Moskow menutuskan untuk menunda semua penerbangan dari dan ke Mesir setlelah sebuah pesawat maskapai Rusia jatuh di semenanjung Sinai. REUTERS/The Egyptian Presidency/Handout via Reuters

    Seorang wisatawan asing berselfie bersama dengan Presiden Mesir, Abdel Fattah al-Sisi saat tiba di resor Laut Merah di kota Sharm al-Sheikh, Mesir, 11 November 2015. Pemerintah Moskow menutuskan untuk menunda semua penerbangan dari dan ke Mesir setlelah sebuah pesawat maskapai Rusia jatuh di semenanjung Sinai. REUTERS/The Egyptian Presidency/Handout via Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemilihan umum Mesir yang akan digelar pada Maret 2018 bakal diwarnai aksi boikot massal oleh tokoh oposisi. Mereka menyeru kepada pendukungnya untuk tidak pergi ke bilik suara.

    Menurut mereka, Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi bertarung tidak sehat dalam pemilu mendatang. Bahkan para tokoh oposisi ditahan dan mendapat intimidasi. Berikut ini para tokoh oposisi tersebut.

    Baca: Oposisi Diberangus Menjelang Pemilu Mesir

    Mesir menahan Sami Anan, bekas perwira tinggi militer. [Reuters]

    Sami Anan
    Dia seorang mantan jenderal yang berencana melawan Sisi dalam pemilu Maret 2018, tapi dia ditangkap dengan todongan senjata pada Selasa pekan lalu oleh pasukan keamanan Mesir.

    Hisham Genema
    Wakil Presiden Mesir ini diserang oleh sekelompok orang tak dikenal di jalanan sibuk di Kairo, Sabtu pekan lalu. Akibat serangan tersebut, menurut laporan Al Jazeera, dia mengalami luka serius.Ahmed Shafik. worldbulletin.net

    Ahmed Shafik
    Pada awal Januari 2018, bekas Perdana Menteri ini secara tiba-tiba menyatakan mengundurkan diri dari pencalonan pemilihan presiden di depan wartawan. "Saya merasa tidak pantas memimpin negeri ini," ucapnya di depan juru warta, pekan lalu.

    Pengunduran diri Shafik diduga kuat karena dia mendapat ancaman untuk tidak maju sebagai calon Presiden Mesir.

    New York Times mengutip keterangan pengacara Shafik yang menyebutkan pemerintah Mesir memaksa Shafik menarik diri dari pencalonan setelah mengancamnya bakal diperiksa karena tuduhan korupsi.

    Baca: Oposisi Mesir Tuduh Kecurangan Pemilu

    Ahmed Konsowa
    Pada Desember 2017, perwira menengah di Angkatan Bersenjata Mesir berpangkat kolonel ini dijatuhi hukuman enam tahun penjara setelah mengumumkan pencalonan dirinya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Modus Sejumlah Kepala Daerah dan Pejabat DPD Cuci Uang di Kasino

    PPATK menyingkap sejumlah kepala daerah yang diduga mencuci uang korupsi lewat rumah judi. Ada juga senator yang melakukan modus yang sama di kasino.