Senin, 24 September 2018

Wanita Iran Ramai-ramai Buka Jilbab di Depan Umum, Ada Apa?

Reporter:
Editor:

Sita Planasari

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi busana muslim/fashion hijab/jilbab. Shutterstock.com

    Ilustrasi busana muslim/fashion hijab/jilbab. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Beberapa aktivis wanita muda Iran beramai-ramai melepaskan jilbab mereka di tempat umum untuk memprotes undang-undang yang memaksa wanita mengenakan jilbab di depan publik.

    Gambar-gambar aksi itu muncul di media sosial dimana menunjukan sejumlah wanita, dengan rambut yang terurai memegang jilbab mereka di ujung tongkat dan berdiri di atas kotak utilitas di trotoar jalan.

    Aksi itu dilakukan sebagai dukungan terhadap seorang wanita yang ditahan setelah melepas jilbabnya dalam aksi massa anti-pemerintah akhir tahun lalu di Teheran.

    Protes telah menyebar sejak Vida Mohaved, seorang wanita yang ditangkap bulan Desember 2017 oleh pemerintah Iran setelah melepaskan jilbabnya saat gelombang demonstrasi anti-rezim, dibebaskan pada Ahad lalu.

    Unggahan dan kiriman di media sosial telah menggunakan hashtag "Revolution Street Girls," penghormatan kepada Mohaved, yang demonstrasi awalnya terjadi di jalan raya pusat kota Teheran, Jalan Enghelab.

    Baca juga:

    Tolak Berjilbab, Juara Catur Iran Pindah ke Tim Amerika

    Iran Tangkap Wanita Unggah Foto tanpa Jilbab di Instagram

    Video Mohaved berdiri di sebuah kotak gardu listrik, dengan rambut hitamnya yang terurai dan jilbab putihnya menggantung di ujung tiang, disebarkan secara online.

    Vida Movahed, wanita berusia 31 tahun yang dikenal sebagai "Girl of Enghelab Street," ditangkap karena melepaskan jilbabnya untuk memprotes hukum jilbab wajib di Iran.

    Protes itu dilakukan meski pemerintah mulai melonggarkan peraturan mengenai penggunaan jilbab.

    Sebelumnya, wanita Iran yang membiarkan jilbab mereka terbuka bisa diingatkan oleh polisi agama, namun pasukan ini kurang menonjol di bawah rezim Presiden Hassan Rouhani.

    Pihak berwenang juga mengumumkan bahwa wanita yang mengemudi dengan penutup kepala yang tidak benar tidak akan lagi ditangkap, dan hanya akan dikenai denda yang relatif kecil.

    Pelonggaran penegakan hukum telah membuat wanita muda lebih berani mengekspresikan diri dengan tidak mengenakan jilbab.

    Mohaved menarik perhatian selama demonstrasi di seluruh negara bagian bulan lalu, untuk menentang kondisi ekonomi, korupsi, dan ketidakpuasan publik yang tidak menentu dengan pemerintah Iran saat ini.

    Pada pertengahan Januari, lebih dari 400 orang yang ditahan dalam demonstrasi anti-pemerintah.

    Dua puluh satu orang meninggal dan sejumlah yang tidak diketahui ditahan selama enam hari demonstrasi, yang merupakan aksi massa terbesar bagi rezim Iran sejak 2009.

    Anggota parlemen Iran Mahmoud Sadeghi mengklaim bahwa sekitar 3.700 orang telah ditangkap secara total. Angka tersebut jauh lebih tinggi dari angka resmi yang dirilis pihak berwenang setelah demonstrasi dimulai pada 28 Desember.

    CNN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kampanye Imunisasi MR Fase 2 Luar Jawa Masih di Bawah Target

    Pelaksanaan kampanye imunisasi MR fase 2 menargetkan hampir 32 juta anak usia 9 bulan hingga 15 tahun di 28 provinsi di luar Pulau Jawa. Hingga 10 Sep