Badan Pengungsi Palestina Terima Dana Baru Pasca-Dipangkas Trump

Reporter:
Editor:

Sita Planasari

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengungsi Palestina menunggu untuk menerima bantuan di pusat distribusi makanan PBB di kamp pengungsi Al-Shati di Kota Gaza, 15 Januari 2018. UNRWA didirikan pada 1949 setelah ratusan ribu orang Palestina melarikan diri atau diusir dari rumah mereka karena perang Israel 1948 REUTERS

    Pengungsi Palestina menunggu untuk menerima bantuan di pusat distribusi makanan PBB di kamp pengungsi Al-Shati di Kota Gaza, 15 Januari 2018. UNRWA didirikan pada 1949 setelah ratusan ribu orang Palestina melarikan diri atau diusir dari rumah mereka karena perang Israel 1948 REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta -Belasan negara setuju mendahulukan sumbangan tahunan mereka kepada badan Perserikatan Bangsa-bangsa untuk pengungsi Palestina atau UNRWA, setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memangkas sebagian sumbangannya.

    Seperti dilansir AP, Rabu 31 Januari 2018, 11 negara sudah setuju mendahulukan sumbangan mereka untuk mendanai program-program UNRWA dalam beberapa bulan ke depan, kata Komisaris Jenderal UNRWA, Pierre Kraehenbuehl, setelah bertemu dengan perwakilan negara-negara donor.

    Menurut Kraehenbuehl, tujuh negara yaitu Swiss, Finlandia, Denmark, Swedia, Norwegia, Jerman dan Rusia, sudah mentransfer sumbangan awal. Adapun empat negara lainnya, yaitu Belgia, Kuwait, Belanda dan Irlandia, telah menyatakan janji mereka untuk melakukan langkah serupa dalam waktu dekat.

    Pemangkasan yang dilakukan pemerintahan Trump terkait dengan pemungutan suara di PBB, yang menolak pengakuan Washington atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Amerika Serikat mengatakan bulan ini akan memangkas 65 juta dolar dari 125 juta dolar sumbangan yang telah direncanakan kepada UNRWA.

    Baca juga:

    Tak Ikuti AS, Inggris Pilih Tetap Bantu Palestina

    Norwegia Desak Negara Donor Bantu Palestina

    UNRWA bertugas menjalankan kegiatan sekolah dan klinik bagi 5,3 juta pengungsi dan warga Palestina di seluruh Timur Tengah, termasuk di Gaza dan Tepi Barat.

    "Sangat jelas bahwa keputusan yang diambil oleh Amerika Serikat itu tidak terkait dengan kinerja kami," kata Kraehenbuehl dalam acara jumpa pers, mengacu pada pertemuan antara dirinya dan sejumlah pejabat tinggi AS di Washington pada November, yang dikatakannya berlangsung "dengan sangat baik".

    "(Keputusan pemangkasan bantuan) ini tampaknya berkaitan dengan debat yang berlangsung menyangkut Yerusalem, pemungutan suara soal Yerusalem di Majelis Umum PBB. "Dan bisa saya katakan lagi di sini bahwa pendanaan untuk kemanusiaan harus dijaga dari pertimbangan politis. “

    Kraehenbuehl telah meluncurkan permohonan bantuan dana sekitar 800 juta dolar AS untuk membantu para pengungsi Palestina di Suriah, Lebanon, Jordania dan wilayah-wilayah Palestina tahun ini.

    Ia mengatakan bahwa UNRWA telah menerima sumbangan sebesar 360 juta dolar dari AS tahun lalu. Namun Washington hanya menyediakan 60 juta dolar untuk para pengungsi Palestina pada 2018. Kraehenbuehl menyebut pemangkasan oleh pemerintahan Trump sebagai perubahan yang sangat fatal dan dramatik.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.