CEO Vietjet Minta Maaf Kru Berbikini Sambut Tim Korea Selatan

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • CEO maskapai Vietjet meminta maaf setelah foto krunya berbikini menyambut tim sepak bola Korea Selatan diprotes dan dimaki para netizen.

    CEO maskapai Vietjet meminta maaf setelah foto krunya berbikini menyambut tim sepak bola Korea Selatan diprotes dan dimaki para netizen.

    TEMPO.CO, Jakarta -CEO maskapai penerbangan komersial Vietnam, Vietjet memohon maaf atas penampilan krunya yang berbikini saat menyambut tim sepak bola Korea Selatan di bawah usia 23 tahun.

    Saat itu, tim sepak bola Korea Selatan terbang dengan Vietjet dari Hanoi ke Cina untuk bertanding di Asian Football Confederation di bawah pimpinan manajernya, Park Hang-seo.

    Baca: VietJet Cuek Kalender 2018 Bergambar Wanita Berbikini Tuai Kritik

    CEO Vietjet, Nguyen Thi Phuong Thao memohon maaf setelah foto sambutan para kru pesawatnya muncul di media sosial.

    "Itu perayaan dadakan,' kata Phuong Thao.

    Di foto itu, mengutip Korea Times, 30 Januari 2018, tim sepak bola Korea Selatan tampak malu gara-gara kelakuan kru Vietjet.

    Baca: Vietjet, Maskapai Vietnam dengan Desain Badan Pesawat Eksentrik

    Entah terkait dengan penampilan para kru Vietjet, tim Korea Utara dikalahkan tim Uzbekistan 1-2 saat pertandingan final. Sehingga tim Korea Selatan menempati posisi kedua dalam pertandingan itu.

    Namun yang pasti, amarah dan makian dari para pengguna sosial media ditumpahkan kepada maskapai dan kru Vietjet.

    "Vietjet kasar, murahan, dan menghina tim, fans, dan bahkan penumpangnya," tulis Nguyen My Linh, pengguna akun di Facebook.

    Baca: Vietjet Pastikan Pramugari Rute Jakarta Tak Pakai Bikini

    Amarah para netizen terhadap Vietjet mendorong Menteri Transportasi Vietnam, Dinh La Thang juga menyatakan permintaan maaf.

    "Ini insiden serius yang membahayakan keselamatan penerbangan," ujar La Thang atas kelakuan kru Vietjet seperti dikutip dari media setempat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.