Cina Terbitkan Visa Khusus Etnis Cina di Seluruh Dunia, Minat?

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para warga keturunan Tionghoa bersuka cita dalam perayaan Tahun Baru Imlek di Chinatown di Manhattan, New York, AS, 28 Januari 2017. REUTERS/Stephen Yang

    Para warga keturunan Tionghoa bersuka cita dalam perayaan Tahun Baru Imlek di Chinatown di Manhattan, New York, AS, 28 Januari 2017. REUTERS/Stephen Yang

    TEMPO.CO, Jakarta - Warga asing keturunan Cina diizinkan untuk mengajukan visa khusus untuk tinggal di Cina selama lima tahun atau memasuki negara tersebut beberapa kali selama periode tersebut setelah memenuhi kriteria yang ditetapkan.

    Kebijakan baru, yang berlaku mulai Kamis, 1 Februari 2018, adalah perbaikan pada visa multiple-entry satu tahun untuk etnis Cina di seluruh dunia.

    Baca: Patuhi Pemerintah, Taipan Cina Jual Investasinya di Luar Negeri

    Seperti yang dilaporkan South China Morning Post pada 30 Januari 2018, perubahan yang diumumkan oleh Kementerian Keamanan Publik pekan lalu, diperkirakan akan menarik lebih banyak etnis Tionghoa untuk melakukan bisnis atau bahkan tinggal di Cina.

    Menurut definisi resmi Cina, orang asing asal Cina merujuk pada eks warga Cina yang telah memperoleh kewarganegaraan asing, atau keturunan warga Cina saat ini. Pemohon hanya perlu memiliki satu orang tua, kakek nenek atau leluhur yang merupakan warga negara Cina. Tidak ada batasan jumlah generasi.

    Tapi sementara kebijakan tersebut terbuka untuk semua orang asing tersebut, menurut kementerian tersebut, pemohon diminta untuk membuktikan asal Cina mereka. Ini berarti menyerahkan dokumen resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah Cina atau pihak berwenang di negara tempat pemohon mengajukan permohonan.

    Baca: Cina Bredel Hip Hop dari TV dan Internet, Ini Penyebabnya

    Dokumen yang membuktikan asal Cina termasuk salinan paspor Cina atau kartu identitas orang-orang Cina atau paspor kerabat mereka.

    Menurut Kantor Urusan Luar Negeri Cina di Shanghai, sertifikat dari pemerintah luar negeri juga akan diterima setelah dinilai oleh Kedutaan Besar Cina atau konsulat di negara asal pemohon. Kebijakan baru ini juga mempermudah pemohon dengan tidak memberlakukan pembatasan atas alasan kunjungan mereka.

    "Visa semacam itu dapat diberikan kepada orang-orang etnis Tionghoa di luar negeri jika mereka perlu mengunjungi keluarga mereka, melakukan pertukaran bisnis atau budaya, atau menangani masalah pribadi di Cina," demikian pernyataan kementerian tersebut.

    Baca: Fantastis, Rakyat Cina Habiskan Rp 7.800 Triliun untuk Jajan

    Sementara mereka yang ingin tinggal lebih lama untuk alasan pekerjaan, studi atau hal-hal lain dapat mengajukan permohonan izin tinggal lima tahun.

    "Kebijakan tersebut bertujuan untuk mendorong lebih banyak orang Tionghoa perantauan untuk berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi Cina," kata Qu Yunhai, Kepala biro administrasi keluar dan masuk Cina.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.