Akademi Militer Afganistan Diserang, 2 Tentara Tewas

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah saksi mata mengatakan, mereka mendengar sedikitnya tiga ledakan di pusat kota. [Al Jazeera]

    Sejumlah saksi mata mengatakan, mereka mendengar sedikitnya tiga ledakan di pusat kota. [Al Jazeera]

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah pria bersenjata menyerang Akademi Militer Afganistan di Kabul, Senin, 29 Januari 2018. Kajian itu mengakibatkan sedikitnya dua tentara tewas.

    Serangan ini berlangsung hanya dua hari setelah militan Taliban meledakkan diri di dekat gedung Kementerian Dalam Negeri Afganistan, Sabtu, 20 Januari 2018, hingga menyebabkan lebih dari seratus orang tewas dan 120 lain mengalami luka-luka.

    Baca: Serangan Bom Taliban di Afganistan, 40 Tewas

    Sejumlah pria bersenjata menyerang Hotel Inter- Continental di Kabul, Afganistan.[Mohammad Ismail/Reuters]

    Juru bicara kantor kepresidenan Afganistan dalam keterangannya kepada media, sebagaimana dikutip Al Jazeera, Senin, mengatakan para penyerang gagal memasuki pintu gerbang Universitas Pertahanan Nasional Marsekal Fahim.

    "Serangan mematikan ini merupakan yang ketiga kalinya di Kabul dalam dua pekan," tulis Al Jazeera.

    Kantor berita Malaysia, Bernama, melaporkan, serangan itu berlangsung seusai subuh atau tepatnya pada pukul 05.00 waktu setempat.

    Para penyerbu meledakkan bahan peledak di depan pintu gerbang Universitas Pertahanan Nasional Marsekal Fahim. Adapun serangan kedua, menurut saksi mata, dilakukan sejumlah milisi yang mencoba memasuki kompleks akademi.

    Serangan terhadap sebuah hotel di Afganistan pada 2011. [Reuters]

    "Serangan pertama berlangsung mirip dengan aksi sebelumnya. Mereka meledakkan bom mobil yang menyebabkan kepanikan di kalangan warga," ujar saksi mata yang tak mau disebutkan namanya.

    Baca: Dunia Kutuk Teror Bom Taliban di Afganistan Tewaskan 95 Orang

    Penyerang menggunakan senjata otomatis dan peluncur roket untuk menyerang universitas yang terletak di Charrah-i-Qambar, Distrik 5, Kota Kabul, Afganistan, tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.