Mengharukan, Polisi 5 Tahun Menyamar Jadi Anak Pasangan Tua Cina

Reporter:
Editor:

Yon Yoseph

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas polisi shanghai bertemu pasangan yang kehilangan anak mereka

    Petugas polisi shanghai bertemu pasangan yang kehilangan anak mereka

    TEMPO.CO, Jakarta -Seorang polisi di Cina hampir selama 5 tahun ini telah menyamar sebagai anak dari pasangan tua di Cina demi membahagiakan keduanya.

    Jiang Jingwei, membantu pasangan tua, Liang Qiaoying dan Xia Zhanhai sejak lima tahun lalu, setelah keduanya kehilangan anak yang mereka cintai dalam sebuah insiden tragis lebih dari satu dekade lalu.

    Menurut laporan The Punch pada 26 Januari 2018, pasangan ini kehilangan anak mereka, Xia Xiaoyu, dalam tragedi gas beracun di pabrik mereka pada 2003. Tak hanya menewaskan sang anak, musibah ini juga menyebabkan sang ibu, Qiaoying, lumpuh dan mengalami sakit mental.

    Melihat kondisi istrinya, Zhanhai tidak dapat menceritakan kejadian sebenarnya tentang kematian anak mereka ke Qiaoying.

    Di sisi lain, ketika istrinya meminta bertemu dengan anaknya, Zhanhai sering mengatakan bahwa Xia sedang bekerja di kota lain.

    Baca juga:

    Demi Selamatkan Wanita Tua, Masinis di Cina Kehilangan Kakinya

    Pabrik di Cina Bayar Upah Puluhan Buruh dengan Batu Bata

    Pada 2010, saat menonton acara televisi tentang tugas polisi di Shanghai, Zhanhai terkejut melihat Jingwei terlihat seperti anak lelakinya.

    Dia tahu bahwa pria itu adalah jawaban untuk membuat istrinya tersenyum lagi dan Zhanhai mencari cara untuk berhubungan dengan Jingwei.

    Putus asa untuk bertemu dengan Jingwei, Zhanhai hadir di sebuah acara televisi di Shanxi untuk menanyakan tentang personil polisi yang dimaksudnya tersebut.

    Dia awalnya gagal menemukannya. Namun pada 2013, sebuah reality show televisi di Hangzhou berhasil mengidentifikasi dan melacak Jingwei, dengan bantuan Polisi Shanghai.

    Ketika mereka bertemu, Xia Zhanhai membujuk Jiang untuk menawarkan penghiburan kepada istrinya dengan berpura-pura menjadi anak laki-laki mereka yang telah meninggal.

    Petugas tersebut tidak segera menyetujui proposisi tersebut, dan mengatakan kepada pria bahwa dia harus memikirkannya terlebih dahulu.

    "Saya harus mempertimbangkan perasaan orang tua saya sendiri. Jadi saya enggan memanggil wanita lain, 'mum,'" kata Jiang seperti dikutip dalam sebuah wawancara.

    Dengan saran dari ayahnya sendiri, dia akhirnya menawarkan bantuannya.

    Selama "reuni" di televisi, Jiang mengatakan bahwa dia segera merasakan duka cita seorang ibu merindukan anak laki-lakinya yang telah lama hilang saat mereka akhirnya bertemu. Dia mengakui Liang saat dia mulai memanggilnya "Xiaoyu", sambil mengangguk dan bertingkah seperti anak laki-lakinya yang sebenarnya.

    Liang Qiaoying, yang sebelumnya suram dan lemah, dilaporkan telah membaik sejak pertemuan tersebut.

    "Malam setelah pertunjukan, dia tidur seperti bayi lebih dari delapan jam," kata Xia Zhanhai. "Sebelumnya, dia punya banyak masalah tidur."

    Sementara Jiang Jingwei tinggal sekitar 1.700 kilometer dari pasangan tersebut, dia terus-menerus berhubungan dengan "orang tua" yang dicintainya seperti anak laki-laki yang setia.

    Petugas di depertemen kepolisian Cina itu bahkan mengirim pakaian hangat untuk Liang Qiaoying dan Xia Zhanhai selama musim dingin, dan kue bulan setiap Festival Pertengahan Musim Gugur.

    NEXTSHARK|ODDITY CENTRAL|THE PUNCH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?