Belum Ada Kesepakatan Soal Pengamanan Megawati

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Dili:Pemerintah Timor Leste dan Indonesia belum mencapai kesepakatan tentang pengamanan bagi Presiden Megawati. “Kami belum mencapai kesepakatan dengan pihak Indonesia. Kami belum sepakat akan jumlah orang yang boleh membawa senjata,” ujar Menteri Luar Negeri Timor Leste Jose Ramos Horta dalam konferensi persnya di Dili, Sabtu (18/5). Menurutnya, pemerintah Timor Leste setuju Indonesia hanya menurunkan 15 orang bersenjata. Sementara, Indonesia menginginkan sedikitnya 85 orang yang turunkan. “Kami mengerti orang militer atau AL itu mungkin tidak begitu mengerti situasi di sini,” ujar Horta. Horta mengisahkan, pihaknya sebenarnya berusaha merahasiakan hal ini (masuknya kapaj Indonesia-red) karena baik Xanana yang berkunjung ke Jakarta maupun Kepala BIN Hendropriyono dan Komandan Paspampres yang datang ke Timor Leste beberapa waktu lalu telah membicarakan masalah tersebut. “Namun, apa yang terjadi kemarin (saat enam kapal Indonesia masuk ke Pelabuhan Dili,-red), sangat sulit bagi Timor Leste untuk menerima kapal asing di kawasan teritorial,” ungkapnya. Karenanya, sekitar pukul 11.50 waktu Timor Leste pada hari yang sama Horta akhirnya menyampaikan keberatan Timor Leste soal kehadiran enam buah kapal TNI AL di kawasan teritorial mereka langsung kepada Pemerintah Indonesia di Jakarta, dan diterima oleh Menteri Luar Negeri Hassan Wirayudha. Horta mengaku telah meminta Indonesia untuk memindahkan kapal perangnya dari perairan Timor Leste. Namun, menginzinkan sebuah kapal yang mengangkut personel TNI AL beserta senjata yang diperlukan untuk tetap berlabuh di Pelabuhan Dili. “Kami menginginkan masalah ini diselesaikan dan kapal perang tetap berada di perairan Internasional,” tegasnya. Walau amat alot dalam memutuskan soal pengamanan, aelain itu, Horta menyebutkan pihaknya mengizinkan 1000 orang personel untuk medis, protokol, ataupun keamanan. Pemerintah Indonesia juga diberi kesempatan untuk menurunkan dua helikopter untuk kepentingan evakuasi medis pada Sabtu dan Minggu esok. Horta sendiri menilai, masalah pengamanan bagi Presiden Megawati sesungguhnya tidak perlu dicemaskan. Pasalnya, menurut Peace Keeping Force, Civil Police, serta inteligen asing yang berasal dari Amerika, Inggris, dan Australi yang telah melakukan penilaian tetnatng keadaman mengatakan bahwa kondisi keamanan Timor Leste tak ada yang dikhawatirkan. “Kesimpulannya (ancaman keamanan-red) sangat rendah,” tutur penerima Nobel Perdamaian ini. Pada kesempatan yang sama Horta menekankan, Pemerintah Timor Leste menginginkan masalah ini diselesaikan secepat mungkin. Apalagi, imbuh dia, Presiden Megawarti telah menunjukkan keberaniannya untuk datang dan telah berusaha keras menciptakan hubungan baik antara Indonesia – Timor Leste. “Intinya, keamanan adalah prioritas utama bagi kami,” ujarnya. Selain bagi Megawati, pihak Timor Leste dan UNTAET juga telah tengah mengupayakan keamanan bagi delegsai Amerika Serikat yang datang dengan kepentingan yang sama. Hingga berita ini diturunkan, beberapa personel dari TNI AL yang menumpang kapal yang berlabuh di Pelabuhan Dili telah turun ke darat. (Purwani Dyah Prabandari)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.