Amerika Serikat Peringati Setahun Anti-Imigran

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peringatan satu tahun pelarangan imigran muslim masuk ke Amerika Serikat di depan Gedung Putih. [PressTV]

    Peringatan satu tahun pelarangan imigran muslim masuk ke Amerika Serikat di depan Gedung Putih. [PressTV]

    TEMPO.CO, Jakarta - Keputusan Presiden Donald Trump melarang imigran muslim masuk ke Amerika Serikat diperingati oleh ratusan pengunjuk rasa di depan Gedung Putih, Sabtu, 27 Januari 2018.

    Mereka menggelar aksi setahun pelarangan Trump dengan membawa plakat berisi berbagai kecaman dan menentang kebijakan tersebut. Di antara plakat yang dibawa pengunjuk rasa itu berbunyi: Menolak Kebencian, Jangan Melarang Keluarga Saya.

    Baca: Trump Larang Imigran Muslim, Warga Iran Ini Luntang Lantung

    Peringatan satu tahun pelarangan imigran muslim masuk ke Amerika Serikat di depan Gedung Putih. [PressTV]

    Seminggu setelah dilantik menjadi presiden, Trump menandatangani surat keputusan pada 27 Januari 2018 isinya melarang warga negara dari tujuh negara muslim masuk ke Amerika Serikat.

    Alasan pelarangan itu, menurut pemerintah Amerika Serikat, demi keamanan nasional. Keputusan Trump tersebut mendapatkan reaksi keras dari berbagai negara, termasuk perlawanan dari pengadilan di Amerika Serikat. Di dalam negeri Amerika Serikat juga terjadi demonstrasi yang digalang oleh kelompok perempuan.

    PressTV dalam laporannya mengatakan, para pengunjuk rasa yang turun ke jalan pada Sabtu, 27 Januari 2018, itu meneriakkan yel-yel perlawanan terhadap Trump sembari membawa kertas bertuliskan: Tidak Ada Pelarangan Bagi Muslim dan Selamat Datang Pengungsi.Dukungan terhadap Imigran Muslim di Amerika Meluas

    "Kami mengutuk keras keputusan Trump. Rasis dan sepremasi kulit putih diyakini merefleksikan sikap Trump baik dalam tindakan maupun program pemerintahannya yang melarang muslim ke Amerika Serikat," kata Robert McCaw dari Dewan Hubungan Islam-Amerika (CAIR). Dia menambahkan, "Kami akan berjuang melawan supremasi kulit putih dalam pemerintahan Trump."

    Baca: Donald Trump Larang Imigran Timur Tengah Masuk AS

    Trump telah berjanji dalam kampanye pemilihan presiden pada 2016 bahwa jika dia terpilih maka program pertama yang akan dilakukan adalah melarang kaum muslim masuk ke Amerika Serikat untuk melindungi dari serangan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.