Lebanon Desak PBB Hentikan Israel Bangun Tembok Perbatasan

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasukan Perdamaian PBB, UNIFIL, berpatroli di Kota Adaisseh perbatasan Lebanon-Israel. [Middle East Monitor]

    Pasukan Perdamaian PBB, UNIFIL, berpatroli di Kota Adaisseh perbatasan Lebanon-Israel. [Middle East Monitor]

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Lebanon Michel Aoun mendesak PBB mencegah Israel membangun tembok di sepanjang perbatasan dengan negaranya, seperti dilaporkan Arab48.com, Jumat, 26 Januari 2018.

    "Permintaan Aoun itu disampaikan kepada pejabat PBB Urusan Politik, Miroslav Jenca," tulis Middle East Monitor.

    Baca: Pasukan TNI di Lebanon Dipuji PBB

    Prajurit TNI yang tergabung dalam satuan tugas Batalyon Mekanis Kontingen Garuda XXIII-F/UNIFIL, (Indobatt) melaksanakan Patroli Gabungan Bersama dengan Tentara Lebanon LAF (Lebanese Armed Force) dan Tentara FCR (Force Commander Reserve) Perancis, di area operasi Indobatt sekitar perbatasan (blue line) antara Lebanon dengan Israel, Minggu (29/7). ANTARA/Penerangan Satgas Konga XXIII-F/UNIFIL-Lettu Inf Suwandi/HO

    Presiden Aoun menyampaikan informasi kepada pejabat PBB mengenai dampak pembangunan tembok mencakup 13 lokasi yang masih disengketakan. Dia juga mengingatkan bahwa Israel telah melanggar resolusi 1701 Dewan Keamanan PBB.

    PBB, menurutnya, bertanggung jawab atas berbagai pelanggaran tersebut dan harus menekan Israel agar mematuhi resolusi Dewan Keamanan.

    Baca: Israel Tuding Iran Bangun Rudal di Suriah dan Lebanon

    Pendemo mencoba memasuki kedutaan besar AS saat demonstrasi di Aukar, sebelah timur Beirut, Lebanon, 10 Desember 2017. Para demonstran ini nyatakan menolak pengakuan Washington atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel. AP/Bilal Hussein

    Menanggapi desakan Aoun, Jenca mengulangi bahwa PBB tetap berpegang teguh untuk menerapkan resolusi Dewan Keamanan demi menjaga ketenangan di wilayah perbatasan Lebanon dan Israel.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.