Turki Kritik Amerika Serikat Potong Bantuan ke Palestina

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden AS Donald Trump dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. REUTERS

    Presiden AS Donald Trump dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Turki mengritik Presiden Amerika Serikat soal pemotongan bantuan kepada Palestina di Davos, Swiss, Jumat, 26 Januari 2018.

    Sebelumnya, Kamis, 25 Januari 2018, Trump dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Forum Ekonomi Dunia di Davos mengancam memotong bantuan untuk Palestina. Trump juga mengatakan, Palestina harus berunding dengan Israel jika ingin mendapatkan bantuan Amerika Serikat.Presiden AS Donald Trump dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas dalam pertemuan di Istana Kepresidenan di Bethlehem, 23 Mei 2017. REUTERS/Jonathan Ernst

    Baca: Turki: Dunia Harus Mengakui Yerusalem Timur Ibu Kota Palestina

    "Palestina tidak menghormati kami ketika mereka tidak bersedia menemui Wakil Presiden kami, Mike Pence. Padahal kami telah memberikan bantuan ratusan juta dolar untuk mereka (Palestina)," kata Trump, seperti dikutip kantor berita Anadolu.

    Kritik Turki itu disampaikan secara tertulis dalam sebuah pernyataan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri, Hami Aksoy. "Presiden Amerika Serikat tidak memahami realitas yang ada," ucapnya melalui pernyataan tertulis.

    Menurutnya, status Yerusalem masalah mendasar bagi proses perdamaian antara Palestina dan Israel. "Kami mendesak Amerika Serikat menghormat sepenuhnya harapan masyrakat internasional mengenai Yerusalem sebagaimana diputuskan dalam resolusi PBB," ucapnya.Ribuan umat Yahudi berdoa meminta hujan, di Tembok Barat, Yerusalem, 28 Desember 2017. REUTERS/Ronen Zvulun

    Baca: Sejak Akui Yerusalem, Amerika Serikat - Palestina Tak Ada Kontak

    Pekan lalu, Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat mengumumkan pemotongan bantuan untuk Palestina sebesar US$ 65 juta atau setara dengan Rp 865 miliar. Pemotongan bantuan itu terkait dengan pengakuan Trump terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel yang mendapatkan kritik internasional.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?