Laju Investasi Cina di Kamboja Memicu Kriminalitas?

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen. AP Photo

    Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen. AP Photo

    TEMPO.CO, Jakarta - Kehadiran investasi Cina, yang terus berkembang pesat di sebuah kota pelabuhan di Kamboja, telah mendorong tingkat kejahatan dan menimbulkan ketidakstabilan di daerah itu.

    Gubernur Provinsi Preah Sihanoukville, Yun Min, mengeluhkan hal itu dalam sebuah surat tiga lembar kepada pemerintah pusat Kamboja.

    Baca: Ini 5 Rudal Andalan India untuk Hadapi Cina

     

    Provinsi di barat daya Kamboja itu mengalami ledakan pembangunan konstruksi dalam beberapa tahun terakhir, yang didukung aliran uang investor Cina, berupa bangunan hotel, kasino dan ribuan apartemen.

    Baca: Jenderal Cina: Perang Pecah di Semenanjung Korea Maret 2018

     

    Yun Min mengatakan kepada menteri dalam negeri bahwa arus uang investasi yang masuk ini telah menciptakan peluang bagi mafia Cina.

    Seperti dilansir Reuters pada Jumat, 26 Januari 2018, para mafia itu datang ke Kamboja dan melakukan berbagai kejahatan, termasuk menculik investor Cina, yang menyebabkan keresahan petugas dan pejabat setempat.

    Dalam suratnya kepada pemerintah, Yun Min juga mengeluhkan warga Cina sering mabuk dan bertengkar di restoran. Dia juga melaporkan soal kenaikan harga kamar hotel akibat minat warga Cina yang tinggi untuk datang Sihanoukville.

    Namun, tidak semua komentarnya bernada negatif dalam surat itu. Yun Min juga mengatakan investasi Cina telah menciptakan lapangan kerja dan menaikkan harga real estat di provinsi ini.

    Khieu Sopheak, juru bicara kementerian dalam negeri, mengatakan dia belum melihat surat itu namun menambahkan Kamboja tidak akan dikendalikan oleh orang Cina.

    "Kami masih menjaga kedaulatan kami, orang Cina tidak bisa mengendalikan kami," kata Khieu Sopheak. "Jika mereka datang sebagai investor yang tepat dan menghormati hukum kita, tidak masalah."

    Sihanoukville adalah sebuah ilustrasi tentang arus dana investasi Cina yang mengubah kota, yang selama ini tertidur, menjadi sebuah pusat ekonomi. Ini membuat kiblat ekonomi Kamboja lebih dekat ke Cina.

    Dukungan Cina telah memungkinkan Perdana Menteri Hun Sen dengan santai melawan kritik Barat atas tindakan keras terhadap lawan-lawan politiknya. Ini termasuk tindakan keras terhadap tokoh oposisi, media independen dan kelompok masyarakat sipil.

    Perdana Menteri Hun Sen adalah sekutu dekat Beijing dan Cina merupakan sumber investasi langsung asing terbesar Kamboja.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.