Ledakan Bom Kembar di Libya, Sedikitnya 22 Tewas

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua orang pria berjalan diantara bangunan yang hancur rusak akibat pertempuran di Sabri, Benghazi, Libya, 15 Agustus 2017. REUTERS/Esam Omran Al-Fetori

    Dua orang pria berjalan diantara bangunan yang hancur rusak akibat pertempuran di Sabri, Benghazi, Libya, 15 Agustus 2017. REUTERS/Esam Omran Al-Fetori

    TEMPO.CO, Jakarta - Ledakan bom kembar bersumber dari mobil menghantam Kota Benghazi, Libya, Selasa malam, 23 Januari 2018, waktu setempat, menewaskan sedikitnya 22 orang.

    Seorang juru bicara rumah sakit, Fadia al-Barghathi, mengatakan kepada AFP sebagaimana dikutip Al Arabiya, selain melumat nyawa ledakan tersebut mengakibatkan 20 orang cedera. "Sebagian besar luka serius," ucapnya kepada media.

    Baca: Libya Dihantam Bom, Inggris Tarik Diplomatnya

    Dua orang pria mengumpulkan puing-puing reruntuhan rumahnya yang rusak akibat pertempuran di Sabri, Benghazi, Libya, 15 Agustus 2017. REUTERS/Esam Omran Al-Fetori

    Salah seorang sumber keamanan menerangkan, ledakan pertama berasal dari sebuah kendaraan di depan masjid di kawasan Al-Sleimani. Adapun ledakan berikutnya berlangsung 30 menit kemudian di area yang sama menyebabkan banyak orang tewas, di antaranya petugas keamanan dan warga sipil.Seorang pria memperbaiki rumahnya yang rusak akibat pertempuran di Sabri, Benghazi, Libya, 15 Agustus 2017. REUTERS/Esam Omran Al-Fetori

    Al Arabiya dalam laporannya, Rabu, 24 Januari 2018, menyebutkan, masjid yang menjadi sasaran bom tersebut dikenal menjadi basis kelompok Sunni yang berperang melawan kaum Jihadis di sebelah timur kota pelabuhan tersebut.

    Baca: Bom Mobil Hantam Libya, 3 Tewas

    Libya dihantam konflik berdarah sejak 2011 di masa penggulingan Kolonel Muammar Gadafi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.