Akibat Badai, Pantai Lebanon Tertutup Lautan Sampah

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lautan sampah di pantai Lebanon. [AP]

    Lautan sampah di pantai Lebanon. [AP]

    TEMPO.CO, Jakarta - Pantai utara ibu kota Lebanon, Beirut, yang sebelumnya tampak indah, bersih dan tempat para pelancong berjemur kini tampak kumuh. Kawasan ini ditutup lautan sampah akibat badai kuat akhir pekan lalu.

    Menurut laporan media lokal, lautan sampah itu menumpuk di dekat Kota Jiyyeh setelah disapu gelombang besar yang ditimbulkan oleh hantaman badai di Lebanon. "Sampah itu terbawa badai dari laut," tulis Al Jazeera, Rabu, 24 Januari 2018.

    Lihat: Protes Pengelolaan Sampah di Lebanon Berakhir Ricuh

    Pemandangan jalanan kota yang dipenuhi sampah di Jdeideh, Beirut, Lebano, 23 Februari 2016. Lebanon mengalami krisis sampah sejah bulan lalu. REUTERS/Hasan Shaaban

    Air pasang membawanya kembali ke daratan, mengotori Pantai Zouq Mosbeh di utara Beirut. Media Lebanon mengatakan, hampir segala limbah termasuk plastik hingga pembalut wanita menumpuk di pantai itu.

    Kondisi ini membuat Perdana Menteri Lebanon Saad Hariri memerintahkan para pekerja bekerja keras membersihkan pantai dari tumpukan sampah.

    Persoalan sampah di Lebanon tidak hanya menjadi perhatian para pecinta lingkungan, melainkan juga politikus di parlemen. Salah satu anggota parlemen Lebanon yang dongkol dengan kondisi itu adalah Sami Gemayel. Dia mengatakan, pemerintah harus bertanggung jawab atas menumpuknya barang busuk tersebut.Para pengungsi Suriah bekerja di tempat pembuangan sampah (TPS) Beirut di Ouzai, Lebanon, 26 Oktober lalu. Sejumlah pengungsi wanita asal Suriah yang menempati daerah Beirut, bekerja sebagai pemilih sampah di TPS. AP Photo/Bilal Hussein

    "Siapapun yang membela dan mendirikan sampah di sepanjang pantai harus bertanggung jawab," ucapnya. "Ini adalah hasil dari ketidakmampuan para pemimpin kita dan korupsi," kata Gemayel seperti dikutip koran The Daily Star, Selasa, 23 Januari 2018.

    Baca: Tampak Lumpuh pada Sampah

    Menteri Lingkungan Lebanon, Tarek Khatib, menuduh Gemayel sengaja melakukan kampanye buruk setelah dia menuntut dirinya mundur.

    Persoalan pantai Lebanon mengingatkan orang pada krisis sampah di negeri itu. Pada 2015, pecah aksi jalanan setelah Beirut menutup Tempat Pembuangan Akhir (TPA) karena kelebihan muatan sampah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.