Diledek Gelar Olimpiade Pyongyang, Seoul: Olimpiade Perdamaian!

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anggota kelompok konservatif Korea Selatan membakar bendera nasional Korea Utara dalam sebuah demonstrasi yang menentang partisipasi Korea Utara di Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang 2018 di Seoul, 22 Januari 2018.  Yonhap via REUTERS

    Seorang anggota kelompok konservatif Korea Selatan membakar bendera nasional Korea Utara dalam sebuah demonstrasi yang menentang partisipasi Korea Utara di Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang 2018 di Seoul, 22 Januari 2018. Yonhap via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Korea Selatan menampik tudingan kelompok oposisi di Seoul bahwa Olimpiade Musim Dingin PyeongChang telah dibajak Korea Utara menjadi "Olimpiade Pyongyang".

    Gedung Biru (Blue House), yang menjadi pusat pemerintahan Korea Selatan, mengatakan ajang olimpiade ini menjadi sarana efektif untuk mendinginkan ketegangan yang sempat memanas di Semenanjung Korea pada 2017.

    Baca: Seoul Pakai Pengeras Suara Beritahu Korea Utara Kondisi Pembelot

     

    "Hanya sebulan yang lalu, ketegangan yang akut mencengkeram Semenanjung Korea. Tapi berkat upaya pemerintah untuk mengatasi krisis lewat dialog, Korea Utara sekarang berpartisipasi dalam olimpiade," kata Park Soo-hyun, juru bicara Gedung Biru, dalam jumpa pers, seperti dilansir Reuters Selasa, 23 Januari 2018.

    Baca: Anies Baswedan Bandingkan Macet Jakarta dengan Seoul

    Park melanjutkan,"Kami tidak bisa memahami ada yang menggunakan tagar Olimpiade Pyongyang untuk Olimpiade PyeongChang, yang akan menjadi Olimpiade Perdamaian."

    Seoul dan Pyongyang mengalami ketegangan tinggi selama berbulan-bulan pada 2017 menyusul beberapa kali uji coba peledakan nuklir dan peluncuran rudal balistik oleh Korea Utara. Ketegangan ini menurun drastis setelah kedua pihak bertemu pada awal Januari 2018 untuk membahas keikutsertaan Korea Utara dalam Olimpiade Musim Dingin di Korea Selatan.

    Kedua negara juga bersepakat menggabungkan defile dan bendera pada saat pawai pada pembukaan olimpiade nanti. Kedua Korea juga menjajaki kerja sama pembentukan tim hoki es untuk bertanding pada olimpiade ini.

    Salah satu bentuk oposisi terhadap keikut-sertaan Korea Utara dalam olimpiade ini adalah unjuk rasa sekelompok orang di stasiun pusat Seoul pada Senin, 22 Januari 2018, saat delegasi utusan Korea Utara bertandang. Salah satu poster yang dibawa pengunjuk rasa berbunyi "Kami menolak Olimpiade Pyongyang ala Kim Jong Un".

    Soal ini, Park mengatakan,"Saat atlet Korea Utara, pemandu sorak dan pejabat tinggi mereka datang ke Asian Games 2014, tidak ada yang menyebutnya sebagai Asian Games Pyongyang."

    Park mengatakan pemerintah Korea Selatan meyakini ajang olimpiade ini akan menjadi baju pijakan untuk membawa perdamaian ke Semenanjung Korea, ke Asia Timur Laut dan dunia.

    Saat ini, pemerintah Korea Selatan sedang mendapat sorotan soal rencana mengirim atlet ski berlatih di resor ski Korea Utara. Para ahli mengatakan tindakan ini hanya akan memberi legitimasi dan uang tunai bagi rezim Kim Jong Un, yang sedang membutuhkan keduanya.

    Sejumlah petinggi Korea Selatan sedang bertandang dalam kunjungan tiga hari ke Korea Utara untuk menginspeksi fasilitas resor dan Bandara Kalma, yang baru dibangun, yang bisa digunakan para pemain ski dari Seoul. Saat ini, rating Presiden Moon Jae-In sedang turun ke level 66 persen atau terendah dalam empat bulan terakhir.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.