Cina Bredel Hip Hop dari TV dan Internet, Ini Penyebabnya

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tampilan permainan DJ di Google Doodle dalam tema hip hop history. (Google)

    Tampilan permainan DJ di Google Doodle dalam tema hip hop history. (Google)

    TEMPO.CO, Jakarta - Lembaga Sensor Cina menyasar musik hip-hop yang tengah populer di kalangan anak muda negara itu untuk dibredel karena dinilai memiliki cita rasa rendah dan bertentangan dengan nilai Partai Komunis. 

    Artis hip hop Wang Hao, yang dikenal sebagai "PG One" dan Zhou Yan, yang dikenal sebagai "GAI", kontestan program The Singer yang populer, telah mendapat sanksi dalam beberapa pekan terakhir.

    Baca: Yuk, Belajar Bahasa Jerman Dengan Musik Hip Hop  

    Seperti yang dilanssir Reuters pada 22 Januari 2018, sanksi diberikan karena keduanya dianggap berperilaku buruk serta konten lagu masing-masing yang bertentangan dengan nilai Partai Komunis.

    Pembersihan dimulai saat PG One dipaksa untuk meminta maaf atas lirik cabul yang menurut para kritikus menghina wanita dan mendorong penggunaan obat-obatan terlarang untuk kesenangan.

    Kantor berita resmi Cina, Xinhua menulis bahwa PG One tidak pantas di panggung dan harus dihentikan karena menyediakan platform dengan konten yang memiliki cita rasa rendah. Media dan perusahaan berita resmi lainnya dengan cepat mengikutinya. Lagu-lagu rapper tersebut langsung ditarik dari sebagian besar situs online.

    Baca: Google Doodle: Mari Belajar Hip Hop History dan Menjadi DJ

    GAI dikeluarkan secara sepihak dari ajang menyanyi "The Singer" pekan lalu. GAI, yang berada di tempat ketiga di The Singer, disiarkan oleh Hunan TV, dipecat dari program minggu lalu tanpa alasan.

    "Prospek hip-hop di Cina tampak redup setelah rapper lokal dihapus dari acara TV," demikian lapor media Cina, Global Times pada Minggu, 21 Januari 2018.

    Global Times bulan ini memuat artikel yang mengatakan bahwa musik hip-hop merupakan alat bagi orang untuk melampiaskan kemarahan, kesengsaraan, keluhan mereka. Namun karena tidak sesuai dengan budaya Cina, maka tidak dapat berkembang di Negeri Tirai Bambu tersebut.

    Baca: Berperilaku Buruk, Justin Bieber Dilarang Tampil di Cina

    Kampanye tersebut menggarisbawahi pembersihan konten budaya yang lebih luas dari permainan video, streaming online dan bahkan seni pertunjukan di tengah dorongan untuk membuat produk budaya mematuhi nilai-nilai inti sosialis mainstream.

    PG One, GAI dan Hunan TV belum memberikan komentar terkait kasus tersebut.

    Selain keduanya, Rapper Mao Yanqi, alias VaVa, juga telah dikeluarkan dari variety show Happy Camp. Musik oleh Triple H, rapper bawah tanah yang berpengaruh, juga telah dihapus dari situs streaming utama.

    Berita terkait pembredelan itu muncul setelah pada pekan lalu, badan pengawas siaran Cina mengatakan konten tidak bermoral dan vulgar harus dijauhkan dari televisi, termasuk hip-hop dan bahkan artis yang memiliki tato.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Yang Datang ke Istana, Ada Nadiem Makarim dan Tito Karnavian

    Seusai pelantikannya, Presiden Joko Widodo memanggil sejumlah nama ke Istana Negara, Senin, 21 Oktober 2019. Salah satunya, Tito Karnavian.