Shutdown Hari Ketiga, Senat AS Akan Gelar Pertemuan

Reporter:
Editor:

Sita Planasari

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Matahari pagi menerangi Gedung Kapitol di Washington, Amerika Serikat, Senin (30/9),saat pemerintahan AS berada di ambang 'shutdown' atau penutupan pada tengah malam kecuali Kongres dapat mencapai kesepakatan menganai dana darurat tambahan. AP/J. Scott Applewhite

    Matahari pagi menerangi Gedung Kapitol di Washington, Amerika Serikat, Senin (30/9),saat pemerintahan AS berada di ambang 'shutdown' atau penutupan pada tengah malam kecuali Kongres dapat mencapai kesepakatan menganai dana darurat tambahan. AP/J. Scott Applewhite

    TEMPO.CO, Jakarta -Senat AS akan menggelar pemungutan suara pukul 12 siang Senin waktu setempat atau Selasa tengah malam waktu Jakarta untuk mengakhiri penutupan operasi pemerintah yang pada Senin ini telah memasuki hari ketiga.

    Seperti dilansir Reuters, Senin 22 Januai 2018, voting ini akan membahas syarat untuk penyediaan pendanaan sementara pemerintah sampai 8 Februari 2018, mengakhiri penutupan operasi pemerintah dan membuat ratusan ribu pegawai pemerintah federal kembali bekerja.

    Pertemuan dilakukan setelah Senat kembali gagal mencapai kesepakatan pada Ahad malam waktu setempat dalam merevisi anggaran belanja federal.

    Demokrat berkukuh menuntut kaum muda imigran dalam program "Dreamers" dilindungi dari deportasi dan masuk dalam angaran pemerintah Presiden Donald Trump.

    Baca juga:

    Pemerintahan Trump mulai Tutup Pasca Gagalnya Pengesahan Bujet

    Pemimpin Mayoritas Senat dari Republik, Mitch McConnell, menawarkan jalan tengah kepada bertemu dengan pemimpun minoritas, Chuck Schumer. Ia meminta Demokrat dengan membawa legislasi imigrasi ke forum dengar pendapat Senat pada Februari mendatang sekiranya masalah ini tetap tak bisa dijembatani.

    Tuntutan Demokrat adalah soal nasib kaum muda yang disebut Dreamers yang dibawa ke AS secara ilegal oleh orang tuanya sewaktu masih anak-anak.

    Program warisan Barack Obama yang berasal dari Demokrat dan bernama resmi Deferred Action for Childhood Arrivals (DACA) itu berisi perluasan perlindungan hukum 70.000 "Dreamers" dari deportasi.

    "Niat saya untuk meneruskan legislasi yang akan membahas DACA, keamanan perbatasan dan masalah-masalah terkait," kata McConnell. "Adalah juga niat saya untuk memajukan legislasi penambahan belanja pertahanan, bantuan bencana dan masalah-masalah penting lainnya."

    Dikutip dari The Guardian, Demokrat masih ragu jika Republik bakal berkomitmen untuk mendukung program DACA.

    Seorang sumber Demokrat menjelaskan, Republik harus bisa meyakinkan Presiden Donald Trump agar proposal perlindungan imigran anak-anak tersebut bisa disahkan.

    "Selama Republik tidak membuat perubahan signifikan, sangat mungkin Demokrat bakal menolak proposal anggaran mereka," kata sumber tersebut.

    Pendanaan untuk kantor-kantor federal sudah habis Jumat tengah malam pekan lalu akibat silang pendapat antara Presiden Donald Trump, kubu Republik dan Demokrat menyangkut DACA serta masalah-masalah imigrasi lainnya.

    Untuk meloloskan anggaran, dibutuhkan 60 suara. Karena Republik hanya mempunyai 51 kursi di Senat AS, mereka membutuhkan Demokrat. Namun, Senator Demokrat yanag dipimpin Schumer menolak kesepakatan apapun dengan Republik.

    Demokrat menginginkan Trump yang tahun lalu memerintahkan penghentian DACA menepati kesepakatan sebelumnya untuk melindungi "Dreamers".

    Penutupan pemerintah kali ini bukanlah yang pertama kali dialami oleh Amerika Serikat. Sejak 1976 telah terjadi 19 kali penutupan pemerintah AS.


  • AS
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.