Cari Senjata, Polisi Rusia Malah Temukan Buaya

Reporter:
Editor:

Sita Planasari

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penemuan buaya di lantai bawah apartemen di Rusia. Sky News

    Penemuan buaya di lantai bawah apartemen di Rusia. Sky News

    TEMPO.CO, Jakarta -Kepolisian Rusia memperoleh kejutan menyeramkan saat tengah melakukan penggeledahan di sebuah gedung apartemen. Alih-alih memperoleh senjata yang mereka cari, polisi di Kota St Petersburg justru menemukan seekor buaya Nil di lantai bawah tanah sebuah gedung apartemen.

    Seperti dilansir Sky News, Ahad 21 Januari 2018, penggeledahan ini berawal ketika polisi menangkap seorang pria berusia 40 tahun atas dugaan kepemilikikan senjata ilegal pada November lalu.

    Aparat kemudian menggeledah kediaman sang tersangka di sebuah apartemen di wilayah Peterhof untuk mencari senjata api dan bahan peledak.

    Setelah menemukan bahan peledak, para petugas kemudian memasuki ruang bawah tanah apartemen yang gelap.

    Baca juga:

    Pemburu Profesional Ini Tewas Dimakan Buaya di Zimbwabwe

    Bukannya menemukan senjata, mereka justru menemukan seekor buaya sepanjang dua meter keluar dari kolam lumpur di lantai bawah tanah.

    Beruntung bagi para petugas, buaya Nil yang dikenal ganas itu segera kembali ke kubangan lumpur. Berdasarkan informasi tetangga, tersangka tak hanya memelihara seekor buaya, tapi lima ekor buaya.

    “Setelah menemukan buaya, polisi langsung menghubungi dokter hewan untuk menentukan nasib mereka,” demikian keterangan Kementerian Dalam Negeri Rusia.

    Media Rusia menyebut buaya Nil ini cukup kuat hidup di kota yang suhunya mencapai 1 derajat Celsius di bulan November. Padahal buaya Nil biasanya hidup di wilayah yang lebih hangat. Buaya Nil adalah reptil terbesar kedua di dunia setelah buaya air asin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.