Pemerintah AS Alami Shutdown, Trump Batal ke Davos?

Reporter:
Editor:

Sita Planasari

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • World Economic Forum (WEF) di Davos Swiss. REUTERS/Pascal Lauener

    World Economic Forum (WEF) di Davos Swiss. REUTERS/Pascal Lauener

    TEMPO.CO, Jakarta -Partisipasi Presiden AS Donald Trump di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, pekan depan kemungkinan batal menyusul penutupan pemerintah federal akibat perselisihan antara pemerintah dan Partai Demokrat.

    “Kami akan membahas soal Davos, setiap hari,” kata Direktur Anggaran Gedung Putih, Mick Mulvaney kepada wartawan pada Sabtu waktu setempat, seperti dilansir Business Insider, Ahad 21 Januari 2018.

    Trump dan sejumlah anggota Kongres Amerika Serikat dijadwalkan menghadiri pertemuan Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, mulai Selasa pekan depan.

    Forum Ekonomi Dunia akan dihadiri politikus dan pemimpin bisnis terkemuka dari seluruh dunia.

    Baca juga:

    Begini Dampak Shutdown Pemerintah AS terhadap Militer

    Acara tahun ini akan menampilkan pidato dari Perdana Menteri India Narendra Modi, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Inggris Theresa May, dan Presiden Trump.

    Namun kegagalan pemerintahan Trump dan Senat mencapai kesepakatan untuk mendanai pemerintah pada Sabtu tengah malam waktu setempat, mengakibatkan penghentian sementara pemerintah. Hal ini juga berimbas pada kehadiran mereka di Davos.

    Beberapa anggota Kongres dilaporkan masih berharap dapat bertolak ke Davos, bila Senat dapat mencapai kesepakatan soal anggaran pemerintah sebelum acara dimulai pada Selasa.

    Namun kepada Business Insider, sejumlah pemimpin Kongres memilih membatalkan perjalanannya jika shutdown terus berlanjut, seperti Pemimpin Mayoritas Kongres Kevin McCarthy dan Ketua Kaukus Kebebasan Kongres Mark Meadows.

    Anggota parlemen Demokrat dari Vermont, Peter Welch, tidak berencana untuk menghadiri pertemuan di Davos. Hal ini diungkapkan kepala stafnya, Bob Rogan, kepada Business Insider.

    Sementara anggota parlemen Demokrat dari Virginia, Don Beyer, yang sebelumnya menjabat sebagai Duta Besar AS untuk Swiss dan Lichtenstein selama pemerintahan Obama, masih menunggu untuk beberapa hari ke depan. Namun situasinya tampak suram.

    "Sampai sekarang kita tidak tahu. Dia memiliki hubungan yang berbeda dengan Davos dan WEF daripada anggota Kongres lain karena pengalaman masa lalunya sebagai Duta Besar, dan saya pikir dia masih ingin pergi, "kata juru bicara Beyer dalam sebuah email. "Tapi kami sepertinya tidak akan ke Davos mengingat situasi saat ini."

    Pemerintahan Trump mengalami penutupan alias shutdown setelah presiden dan senator Demokrat gagal mencapai kesepakatan soal anggaran.

    Pertemuan antara Presiden Donald Trump dan pemimpin Senat Demokrat Chuck Schumer gagal menghasilkan sebuah kesepakatan setelah mereka bersitegang soal pembiayaan imigran yang masuk dalam program DREAMER.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.