Penutupan Pemerintahan Trump Berdampak seperti Ini

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden A.S. Donald Trump meninggalkan ruang pertemuan Made in America di Gedung Putih, Washington, AS, 19 Juli 2017.  REUTERS/Carlos Barria

    Presiden A.S. Donald Trump meninggalkan ruang pertemuan Made in America di Gedung Putih, Washington, AS, 19 Juli 2017. REUTERS/Carlos Barria

    TEMPO.CO, Jakarta - Penutupan layanan pemerintah Amerika Serikat pimpinan Presiden Donald Trump pernah terjadi sebelumnya saat pemerintahan Presiden Barack Obama pada 2013.

    Penutupan ini berlangsung selama 16 hari hingga akhirnya Partai Republik menarik desakannya kepada pemerintah untuk mencabut Undang-Undang Layanan Kesehatan (Affordable Care Act).

    Baca: Pemerintahan Trump mulai Ditutup Pasca Gagalnya Pengesahan Bujet

     

    Menurut Direktur Anggaran Gedung Putih, Mick Mulvaney, penutupan sebagian layanan pemerintahan ini akan menimbulkan ketidaknyamanan bagi warga AS saat membutuhkan layanan.

    Baca: Trump Tak Pindahkan Kedutaan Amerika Serikat ke Yerusalem

     

    Namun, Mulvaney mengatakan penutupan pemerintahan kali ini akan berbeda. “Kami ingin rakyat memahami bahwa kali ini akan sangat berbeda dengan penutupan pada masa pemerintahan sebelumnya. Pemerintahan Obama menggunakan peristiwa penutupan pemerintahan pada 2013 sebagai senjata,” kata Mulvaney seperti dlansir media USA Today, Jumat, 19 Januari 2018.

    Meski penutupan layanan pemerintahan mulai terjadi, sejumlah layanan tetap berjalan. Ini misalnya layanan jaminan sosial (social security), penanganan bencana, kegiatan militer, aktivitas polisi, dan petugas lainnya masih akan tetap berjalan. “Namun bayaran gaji mereka bisa tertahan jika penutupan terjadi lebih dari sepekan,” begitu dilansir USA Today.

    Bahkan jika ada pegawai pemerintah federal yang diliburkan sementara, mereka tetap akan mendapat bayaran penuh akhirnya. “Kongres tercatat selalu mem-voting untuk membayar mereka secara retroaktif.”

    Sekitar 152 dari 371 pegawai Gedung Putih akan tetap bekerja. Dan 21 dari 77 pegawai di rumah kepresidenan juga tetap aktif.

    Mulvaney meminta lembaga pemerintah untuk menggunakan dana yang tersisa serta sumber dana lainnya agar tetap buka dan melayani kepentingan publik. Setidaknya 26 lembaga federal memperbarui rencana darurat jika terjadi penutupan pemerintah pada Jumat agar dampaknya minimal.

    Mulvaney menjelaskan, taman-taman nasional akan tetap buka tapi sampahnya tidak akan diambil tim pemungut sampah. Petugas polisi tidak akan mendapat gaji jika Kongres tidak mengesahkan legislasi retroaktif soal ini. Para inspektur pengawas penambangan tetap bekerja. Pembayaran para pegawai federal tetap berlangsung pada pekan depan, yang biasa dilakukan pada Jumat.

    Penutupan kegiatan pemerintah AS karena gagalnya kesepakatan soal alokasi anggaran belanja negara mulai kerap terjadi sejak Presiden Ronald Reagan.

    Pada Jumat lalu waktu setempat, seperti dilansir NBC News dan New York Times, Trump mengundang pemimpin minoritas Senat dari Partai Demokrat, Chuck Schumer, ke Ruang Oval di Gedung Putih untuk membahas soal pengesahan anggaran ini. Dalam pertemuan sekitar 90 menit itu, Schumer meminta dukungan anggaran dari Trump untuk para imigran yang datang ke AS saat anak-anak agar bisa tetap tinggal di AS.

    Soal ini, Trump mencuit di akunnya @realdonaltrump. “Undang-undang Pendanaan Pemerintah disahkan kemarin di Kongres. Sekarang (dukungan) Demokrat dibutuhkan agar bisa disahkan di Senat – tapi mereka ingin imigrasi ilegal dan pengawasan perbatasan yang lemah. Penutupan pemerintahan? Kita butuh lebih banyak kemenangan Republik pada 2018,” kata Trump.  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.