Dituduh Jadi Intel Israel, Pria Palestina Tewas Dibunuh Keluarga

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gerilyawan Palestina dari Front Populer untuk Pembebasan Palestina (PFLP) saat latihan militer di depan media, di pantai Jalur Gaza selatan, 22 Desember 2017.  REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa

    Gerilyawan Palestina dari Front Populer untuk Pembebasan Palestina (PFLP) saat latihan militer di depan media, di pantai Jalur Gaza selatan, 22 Desember 2017. REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa

    TEMPO.CO, Jakarta - Satu keluarga Palestina membunuh anggota keluarganya, seorang pria, setelah menerima laporan bahwa korban menjadi mata-mata Israel dan membunuh tiga komandan Hamas.

    Dalam pernyataan, keluarga Palestina ini menjelaskan anggota keluarganya yang bernama Ahmed Barhoum ditembak mati pada hari Jumat, 19 Januari 2018 di kota Rafah.

    Baca: Jet Tempur Israel Bombardir Terowongan Teror Hamas

    Penembakan ini dilakukan setelah Hamas memberitahu bahwa Barhoum  membantu Israel membunuh tiga komandan milisi penguasa di Gaza.

    Hasil investigasi Hamas menyebut Barhoum bersalah, seperti dikutip dari Fox News, 19 Januari 2018.

    "Dalam agama kami dan komitmen moral,  kami mengeksekusi kolaborator Ahmad Barhoum setelah dia diserahkan oleh faksi perlawanan," kata pernyataan keluarga tanpa memberitahu nama milisi yang menangkap dan menahan Barhoum.

    Baca: Militer Israel Serang Tempat Pelatihan Hamas di Gaza

    Keluarga Palestina ini menjelaskan Barhoum ditangkap dan diinterogasi oleh Hamas. Dia ditahan di luar sistem hukum Palestina. Tidak ada penjelasan resmi Hamas tentang kasus Barhoum.

    Ketiga komandan Hamas dibunuh mendekati 50 hari berakhirnya perang tahun 2014. Saat itu terjadi serangan udara ke rumah.

    Sejak menguasai Gaza pada tahun 2017, Hamas telah mengeksekusi puluhan warga Palestina.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.